Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mengais Rizki dari Butiran Padi, Kisah Sang Penjaga Pangan Merawat Tradisi Bertani

Ia yang pernah menjabat kepala sekolah hingga kepala desa kini memutuskan fokus menggeluti dunia pertanian.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
Istimewa
MENCANGKUL- Darmadi, warga RT 001 RW 006 Desa Putatnganten Kecamatan Karangrayung, Grobogan mencangkul di sawah garapannya untuk persiapan tanam, Minggu (13/4/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Profesi petani kerap dipandang sebelah mata. Dunia pertanian perlahan ditinggalkan. 

Padahal dari situ sumber pangan dihasilkan. Kebutuhan pangan yang tak tergantikan membuat industri pertanian bakal terus menjanjikan. 

Keyakinan ini pula yang menghinggapi sanubari Darmadi, warga RT 001 RW 006 Desa Putatnganten Kecamatan Karangrayung, Grobogan

Ia yang pernah menjabat kepala sekolah hingga kepala desa kini memutuskan fokus menggeluti dunia pertanian. 

Bagi dia, pertanian khususnya padi masih punya prospek menggiurkan. 

Air irigasi mengalir ke lahan melalui celah tanggul, sinyal sawahnya harus segera ditanami. 

Di bawah terik matahari yang menyengat, Darmadi tetap bersemangat mencangkul untuk persiapan tanam. 

Panas matahari seperti aliran energi yang membuat tubuhnya kian bertenaga. 

Ia tak memperdulikan kulitnya legam. Yang ada di benaknya, bagaimana sawahnya bisa terolah hingga menghasilkan cuan. 

DARMADI- Darmadi petani RT 001 RW 006 Desa Putatnganten Kecamatan Karangrayung, Grobogan mengeluhkan ancaman terputusnya generasi petani di masa mendatang, Minggu (13/4/2025).
DARMADI- Darmadi petani RT 001 RW 006 Desa Putatnganten Kecamatan Karangrayung, Grobogan mengeluhkan ancaman terputusnya generasi petani di masa mendatang, Minggu (13/4/2025). (Tribunjateng/Khpirul Muzaki)

"Karena saya sawahnya sewa, jadi harus maksimal merawatnya biar ada hasil," katanya, Minggu (13/4/2025). 

Darmadi merawat sawahnya dengan serius dan telaten. Karena dari situ ia menggantungkan harapan. 

Baginya, keberhasilan bertani sangat bergantung dari perawatan. Ia sendiri sudah membuktikan. 

Menjadi petani tidak harus memiliki sawah pribadi. Banyak petani yang menyewakan lahannya untuk digarap orang lain. 

Darmadi pun tidak memiliki sawah sendiri. Ia rela menyewa lahan dari petani agar bisa bertani

Meski modalnya lebih terkuras. Biaya produksi yang dikeluarkan Darmadi otomatis lebih tinggi. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved