Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hari Kartini

BI Jateng Dukung Pengembangan Batik Lasem Menuju Ekonomi Hijau

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Rangkaian kegiatan Puncak Peringatan Hari Kartini di pendopo Museum RA Kartini, Rembang, Senin (21/4/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Rembang mendorong pengembangan batik Lasem sebagai bagian dari upaya menuju ekonomi hijau.

Kepala KPwBI Jateng, Rahmat Dwisaputra mengungkapkan, Bank Indonesia melihat potensi besar dalam sinergi pengembangan tersebut.

Batik Lasem, jelasnya, menjadi salah satu produk unggulan dari Kabupaten Rembang dan berkontribusi pada sektor tersier di kabupaten tesebut.

"Kalau kita lihat struktur PDRB Kabupaten Rembang, lebih banyak dikontribusikan oleh sektor tersier, yaitu perdagangan, hotel, restoran, serta jasa lain. Di dalamnya, tentunya ada pariwisata. 

Rembang terkenal dengan batiknya, yaitu batik Lasem dan kami sudah terlibat dalam pengembangan batik Lasem sejak tahun 2022 melalui Yayasan Kartini Bangun Negeri (Kabari).

Tahun ini, kami ingin mewujudkan sustainable fashion, yaitu batik yang berwawasan lingkungan dengan pewarna alami," kata Rahmat di sela kegiatan Peringatan Hari Kartini ke-146 di Kabupaten Rembang, Senin (21/4/2025).

Dijelaskan, sinergi yang dilaksanakan pada tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan pada 2024 lalu sebagai wujud konsistensi dan komitmen bersama dalam mendorong pengembangan ekonomi di Rembang, terutama pariwisata dan UMKM pendukung pariwisata.

Pada tahun ini, sinergi diperluas dengan melibatkan Program Bakti Lingkungan Djarum Foundation untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penanaman pohon bahan pewarna alam untuk sustainable fashion.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong para pembatik di Lasem untuk memproduksi batik menggunakan pewarna alam yang ramah lingkungan, sehingga mendukung upaya pelestarian bumi.

Di samping itu, inovasi-inovasi lain juga diharapkan bertumbuh dari upaya tersebut, sehingga meningkatkan daya saing produk ekonomi kreatif UMKM maupun kelompok subsisten yang mendukung pariwisata.

"Kami melalui Kabari juga ingin mengembangkan batik-batik yang lebih mudah terakses oleh masyarakat, yaitu melalui cap atau kombinasi antara cap dan tulis dan tentunya berangkat dari pakem-pakem motif lasem, namun dengan warna alami, salah satunya melalui tanaman indigo," jelasnya.

Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara menambahkan, bantuan bibit-bibit pohon tersebut diberikan untuk mendukung sustainable fashion sekaligus penghijauan di daerah Rembang.

Salah satunya di Museum Kartini, yang diharapkan juga kedepannya bisa dinikmati generasi muda.

"Keberlanjutan inilah yang kami sambut baik, dalam arti untuk melakukan pembatikan salah satunya adalah pewarnaan. Pewarnaan itu yang bisa didapat dari warna-warna alam," jelasnya.

Ia menyebutkan, ada dua program yang dilakukan. Pertama adalah melakukan revitalisasi taman inspirasi yang berada di Museum RA Kartini. Kedua, adalah penanaman pohon untuk pewarna alami.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved