Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Kenapa Harus Kuliah di UIN Saizu Purwokerto? Rasakan Sendiri Keajaibannya

Intan Diana Fitriyati, Alumni UIN Saizu Purwokerto tak menyangka kualitas pendidikannya bisa menembus batas negara.

Editor: raka f pujangga
istimewa
ALUMNI UIN SAIZU - Cerita Intan Diana Fitriyati, Alumni UIN Saizu Purwokerto tak menyangka kualitas pendidikannya bisa menembus batas negara. 

Oleh: Intan Diana Fitriyati
Alumni UIN Saizu Purwokerto

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dulu, kupikir setelah lulus SMA atau S1, kuliah atau kerja itu pasti. 

Ternyata hidup tidak selalu berjalan mulus. Pendidikan mahal, realita keras, dan hidup menampar tanpa basa-basi.

Sementara teman-teman sibuk daftar kuliah, aku justru sibuk bertahan hidup.

Baca juga: Hijaukan Negeri! UIN Saizu Purwokerto Tanam Pohon Matoa Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Matoa Kemenag

Merantau dan bekerja jadi langkah awal yang harus kujalani. Jatuh bangun, sudah seperti tradisi.

Tapi satu hal yang tak pernah padam: keyakinan bahwa jika niatnya baik, maka jalan pasti terbuka.

Qadarullah, harapan itu datang kembali.

Dengan ridha Ilahi dan restu walidayni, aku melangkah, tanpa ragu dan tanpa ingin menoleh ke belakang.

Bagi banyak orang, kuliah mungkin biasa saja, tapi bagiku—itulah momen penting yang menandai akhir dari penantian dan awal dari perjalanan baru.

Bukan karena keajaiban tiba-tiba menghampiri, bukan pula sekadar seremoni, tapi karena aku tahu, perjuangan tidak pernah sia-sia jika dititipkan pada-Nya.

Slide terakhir dari perjalanan panjang itu, justru jadi langkah pertama di kampus yang tak pernah kuimpikan sebelumnya: UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, atau yang akrab dikenal sebagai UIN Saizu.

Kupikir dulu, Purwokerto itu di mana? Tahu tempatnya saja tidak.

Tapi sejak kecil, Bapak memang selalu memilihkan lembaga pendidikan yang berbeda dari pilihan teman-temanku. 

Katanya, biar belajar mandiri. 

Maka ketika teman-teman aliyah memilih Jogja, Semarang, atau Pekalongan, aku justru diarahkan ke kota yang tak punya satu pun kenalan di sana: Purwokerto.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved