Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

HUT Tribun Jateng

Melayani Nyala Hidup: Cerita dari Panti Werdha Rindang Asih II Bongsari

Pagi baru saja mengambang di udara Semarang ketika belasan lansia itu berkumpul di lorong Panti Werdha

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Rezanda Akbar
BAKTI SOSIAL - Momentum HUT Tribun Jateng ke-12 tahun mengunjungi Panti Werdha Rindang Asih II Bongsari untuk memberikan tali asih/ TRIBUNJATENG.COM / REZANDA AKBAR D. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pagi baru saja mengambang di udara Semarang ketika belasan lansia itu berkumpul di lorong Panti Werdha Rindang Asih II Bongsari yayasan Soegijapranata, Senin (28/4/2025).


Terlihat mereka dengan antusias bermain minigames sederhana, menyalurkan bola tenis dari tangan ke tangan sambil diiringi lagu alunan ceria. Ketika lagu berhenti, lansia yang memegang bola harus menyebutkan nama dan makanan kesukaannya sambil berbagi cerita.


Terlihat dari mereka matanya berkilat oleh sisa-sisa semangat hidup. Tapi sebagian lain duduk termenung di kursi roda, menatap kosong, seolah permainan itu hanya lewat begitu saja di depan mereka.


Di panti itu, saat ini terdapat 26 oma dan opa hidup dalam irama hari-hari yang berulang: mandi pagi, sarapan, senam lansia, pemeriksaan kesehatan, permainan kecil untuk hiburan. 


Mereka datang dari berbagai sudut Semarang, membawa riwayat hidup panjang riwayat yang kini dirajut ulang bersama orang-orang senasib. 


"Perhatian dari teman-teman, dari donatur, itu sangat membantu kami," kata Br. Konradus, CSA, Direktur Operasional Yayasan Sosial Soegijapranata, ketika ditemui di tengah aktivitas pagi itu. Suaranya tenang, penuh syukur. 


"Sebagian operasional memang ditopang para donatur. Ada juga kontribusi dari keluarga, meski jumlahnya kecil, paling tidak 10 persen dari biaya keseluruhan," tuturnya saat dikunjungi Tribunjateng.com.


Br. Konradus mengatakan, saat ini tak ada donatur tetap. Tapi, kata Br. Konradus, puji Tuhan, bantuan sering berdatangan.


Selain itu yayasan tersebut juga menaungi para penghuni cacat ganda. Saat ini berisikan 41 penghuni panti, namun hanya lima keluarga yang masih rutin memberi dukungan finansial. 


Sisanya? Bergantung pada kemurahan hati orang-orang yang tak selalu mereka kenal.


Yayasan Sosial Soegijapranata mengelola empat panti lansia di kota ini, menampung total 111 orang. 


Setiap hari, para staf berusaha bukan sekadar merawat tubuh para penghuni, tetapi juga menjaga nyala dalam jiwa mereka.


Di tengah suasana sederhana itu, kunjungan dari tim Tribun Jateng membawa angin segar. Perusahaan media ini menyerahkan bantuan tali asih berupa bahan makanan dan perlengkapan sehari-hari, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitar.


Bagi para oma dan opa, kunjungan ini lebih dari sekadar bantuan barang itu adalah pengakuan bahwa mereka masih ada, masih layak dicintai, masih dihargai.


"Tentu harapannya, kami bisa lebih melayani para oma-opa. Kami berharap juga semakin banyak pemerhati dan donatur yang mau peduli," tambah Br. Konradus.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved