Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Grobogan

Diabetes dan Hipertensi Jadi Keluhan Terbanyak Peserta Cek Kesehatan Gratis di Grobogan

Program cek kesehatan gratis yang dilaksanakan secara nasional sejak 10 Februari 2025 mendapatkan sambutan hangat.

dok. Dinas Kesehatan Grobogan
CEK KESEHATAN GROBOGAN: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko menyebut antusiasme masyarakat Grobogan terhadap program cek kesehatan gratis cukup tinggi. Dari pelaksanaan program ini, dua penyakit paling dominan dikeluhkan peserta, yakni Diabetes Mellitus dan Hipertensi. 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN – Program cek kesehatan gratis yang dilaksanakan secara nasional sejak 10 Februari 2025 terus mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Di Kabupaten Grobogan, antusiasme warga terhadap program ini cukup tinggi, dengan total 26.180 peserta tercatat telah memanfaatkan layanan di 30 puskesmas yang tersebar di wilayah tersebut hingga akhir April 2025.

Dari pelaksanaan program ini, dua penyakit paling dominan dikeluhkan peserta, yakni Diabetes Mellitus dan Hipertensi.

Baca juga: Jawa Tengah Peringkat Pertama Program Cek Kesehatan Gratis, Grobogan Catat 26 Ribu Lebih Peserta

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko, menyebut dua penyakit tidak menular ini menjadi fokus perhatian karena tingginya angka keluhan dari masyarakat saat pemeriksaan berlangsung.

“Warga paling banyak mengeluhkan Diabetes Mellitus dan Hipertensi,” ujar Djatmiko kepada TribunJateng, Jumat (2/5/2025).

Sementara itu, Puskesmas Gubug I menjadi fasilitas pelayanan kesehatan dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 2.617 orang, disusul Puskesmas Tanggungharjo dengan 2.062 orang dan Puskesmas Ngaringan dengan 1.736 orang.

Djatmiko menyebut, tingginya partisipasi di sejumlah puskesmas ini menjadi indikator keberhasilan sosialisasi program.

Secara nasional, Jawa Tengah menempati posisi pertama dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 1 juta orang.
Angka ini jauh mengungguli Jawa Timur (600 ribu orang) dan Jawa Barat (200 ribu orang), berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI.

Meski pencapaian ini patut diapresiasi, Djatmiko menegaskan bahwa pihaknya belum merasa puas.

Ia menargetkan jumlah peserta terus meningkat dan meminta agar fasilitas kesehatan dipastikan tetap siap mendukung program ini.

“Kami juga berharap ada peningkatan kualitas pelayanan, terutama dalam input data, khususnya bagi masyarakat yang belum memiliki akun di aplikasi SatuSehat Mobile,” ujar Djatmiko.

Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan alat kesehatan dan bahan habis pakai agar pelayanan tetap berjalan optimal.

"Semoga ke depannya lebih banyak yang ikut cek kesehatan gratis, aplikasinya lancar dan ketersediaan bahan habis pakai yang selalu tercukupi," harapnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi lebih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang telah menjalankan program cek kesehatan gratis dengan peringkat pertama secara nasional.

Dia mengatakan, program yang diluncurkan sebagai hadiah ulang tahun bagi masyarakat Indonesia itu, telah berjalan efektif dengan capaian mencapai 1 juta orang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved