Berita Jateng
LBH dan MUI Demak Kecam Aksi Anarko Saat Perayaan Hari Buruh di Semarang
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Demak Raya dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Demak mengecam aksi anarki yang terjadi dalam demonstrasi
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Demak Raya dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Demak mengecam aksi anarki yang terjadi dalam demonstrasi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, beberapa waktu lalu.
Aksi yang awalnya berlangsung kondusif dan sempat menggelar audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah itu berujung ricuh dan menyebabkan kerusakan fasilitas umum serta mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Direktur LBH Demak Raya, Slamet Hariyanto menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, penyampaian aspirasi oleh buruh adalah hal yang dilindungi undang-undang, tetapi tidak dibenarkan jika disertai tindakan yang merugikan masyarakat luas.
“Penyampaian pendapat boleh saja, tetapi jangan sampai menyakiti hak politik masyarakat," Slamet, Minggu (4/5/2025).
"Saya pribadi mengecam tindakan anarkis itu dan berharap aparat penegak hukum (APH) segera bertindak agar kejadian serupa tidak terulang,” sambungnya.
Senada dengan Slamet, pengurus MUI Kabupaten Demak, Zainal Arifin, juga menyayangkan kericuhan yang terjadi.
Dia menilai kerusuhan bukan disebabkan oleh buruh, melainkan oleh kelompok anarko yang menyusup dalam aksi tersebut.
“Anarko bukan bagian dari buruh, dan mereka harus bertanggung jawab atas kericuhan ini. Kami mendukung langkah Polda Jateng untuk memproses hukum para pelaku,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, aparat kepolisian telah menetapkan sejumlah tersangka terkait kericuhan dalam aksi May Day tersebut. Proses hukum masih terus berjalan. (Rad)
| KAI Daop 4 Semarang Tutup 41 Perlintasan Sebidang, Fokus Tekan Kecelakaan di Jalur Rawan |
|
|---|
| May Day di Jateng: Tolak FLPP Rumah Buruh, Tuntutan Upah Layak hingga Sembako Murah |
|
|---|
| Ahmad Luthfi Temui Massa Aksi Buruh di Semarang, Serap Semua Aspirasi |
|
|---|
| Kisah Nurlaila, Buruh Pabrik Semarang Tolak Rumah Subsidi karena Jaraknya 20 Km dari Tempat Kerja |
|
|---|
| Ikut Peringati May Day, Ahmad Luthfi Sebut Buruh Adalah Pahlawan Ekonomi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/AKSI-ANARKIS-Kolase-foto-Slamet-Pengurus-MUI-Dema.jpg)