Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

40 Seniman Asal Kudus Sukses Pentaskan Sendratari Daerah di Kancah Nasional

Sebanyak 40 seniman asal Sanggar Seni Ciptoning Asri Kabupaten Kudus sukses mementaskan sendratari daerah bertajuk "Ngintun Sega Kepel" di TMII

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Catur waskito Edy
Dok Disbudpar Kudus
TAMPILKAN SENI TARI - Sejumlah seniman dari Kabupaten Kudus menampilkan Sendratari "Ngintun Sega Kepel" di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada, Minggu (4/5/2025). Dibawakan oleh 40 seniman asal Sanggar Seni Ciptoning Asri Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sebanyak 40 seniman asal Sanggar Seni Ciptoning Asri Kabupaten Kudus sukses mementaskan sendratari daerah bertajuk "Ngintun Sega Kepel" di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada, Minggu (4/5/2025).

Penampilan tersebut sekaligus mempertegas bahwa kesenian lokal Kota Kretek kembali dikenal di kancah nasional melalui pementasan memukau di Anjungan Jawa Tengah, TMII Jakarta.

Dalam penampilannya, puluhan seniman memadukan seni, drama, dan tari dalam sebuah sendratari, diiringi dengan musik gamelan.

Dua tarian lokal daerah Kabupaten Kudus lainnya, yaitu Tari Batik Janggalan dan Tari Kretek turut dipentaskan bersamaan dengan penampilan sendratari Ngintun Sega Kepel.

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris mengapresiasi pagelaran pentas duta seni Kabupaten Kudus yang digelar di Anjungan Jawa Tengah, TMII Jakarta.

Menurut dia, sendratari Ngintun Sega Kepel memiliki makna dan pesan moral mendalam, yang diimplementasikan dalam sebuah karya seni.

Ngintun Sega Kepel bermakna tentang ketahanan pangan, sedekah sosial, dan bagian dari penyebaran agama Islam.

Terdapat pula pesan-pesan yang tersemat dalam setiap gerakan sendratari Ngintun Sega Kepel sebagai cikal bakal sebuah tradisi yang dilestarikan di Desa Loram, Kudus.

Sam'ani berharap, masyarakat semakin mencintai kesenian dan melestarikan kearifan lokal yang ada di setiap daerah, termasuk di Kabupaten Kudus.

"Ada (gerakan) bibit-bibit ditanam sambil berdoa, nanti ketika panen berbagi. Ini jadi ciri khas masyarakat, juga terkait dengan ketahanan pangan," terangnya melalui rilis tertulis yang diterima tribunjateng.com, Senin (5/5/2025).

Selain menampilkan seni tari, para seniman Kudus juga menampilkan atraksi mengukir gebyok, menganyam caping kalo dan berbagai produk ekonomi kreatif dari UMKM khas Kudus.

Atraksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang penasaran terhadap kerajinan khas Kota Kretek.

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton menyampaikan, pemerintah daerah berkewajiban dalam melestarikan budaya, juga mengangkat produk-produk lokal daerah.

Pemerintah Kabupaten Kudus juga berkomitmen untuk terus melestarikan kesenian dan kebudayaan masyarakatnya. Termasuk seni tari hingga beragam seni budaya lainnya.

"Dan saatnya kami memperkenalkan produk khas Kudus. Ada ukir gebyok, caping kalo, sampai bordir, itu kearifan lokal Kudus. Kami siap mendukung dan melestarikannya lewat pameran dan bazar-bazar," terangnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Mutrikah menambahkan, berbagai produk UMKM dan ekonomi kreatif sengaja dibawa ke Jakarta untuk dipamerkan bersama dengan pentas sendratari Ngintun Sega Kepel.

Selaras dengan visi misi bupati dan wakil bupati Kudus, ingin mengangkat produk-produk lokal Kudus dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Kata dia, kegiatan yang dipusatkan di TMII Jakarta berpotensi dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah. Harus dimanfaatkan semaksimal mungiin sebagai ajang promosi produk UMKM dan seni budaya daerah, supaya dikenal lebih luas.

Di mana Kabupaten Kudus memiliki keunikan produk hingga hasil alam yang tidak dimiliki daerah lain. Seperti ukiran gebyok joglo pencu, kerajinan caping kalo, hingga buah parijoto beserta olahannya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus juga membawa makanan khas Kudus gratis bagi pengunjung. Seperti sega kepel, lentog, soto Kudus, dan kopi muria.

"Ketika produk-produk Kudus ditampilkan dalam pameran, akan jadi satu daya tarik, keunikan dan magnet tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke Kudus. Kearifan lokal ini kami harapkan bisa bermanfaat dan berkembang, bisa jadi multiplier efect bagi peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Kudus," tuturnya. (Sam)

Baca juga: Gubernur Luthfi: SMA/SMK Negeri Dilarang Pungut Biaya Sekolah

Baca juga: Chord Kunci Gitar Priceless Maroon 5 feat LISA BLACKPINK

Baca juga: Tingkatkan Pendidikan Masyarakat,  Ahmad Luthfi akan Kuliahkan 100 Mahasiswa ke Korea Selatan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved