Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tragis, Ibu dan 3 Anaknya Tewas Tertimbun Longsor, Evakuasi Terkendala Medan

bu dan tiga anak tewas terimbun longsor di Gang Bulu Tangkis, Jalan Belimau, RT 22, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda

Tayang:
Editor: muslimah
Kompas.com/Istimewa
LONGSOR: Hujan deras sejak Senin (12/5/2025) dini hari membawa petaka di kawasan Gang Bulu Tangkis, Jalan Belimau, RT 22, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Bencana tanah longsor menimbun empat rumah warga, satu di antaranya dihuni satu keluarga berisi tiga orang yang tengah berada di dalam rumah saat tanah mulai bergeser sekitar pukul 05.00 Wita. (KOMPAS.COM/DOK. BPBD SAMARINDA) 

TRIBUNJATENG.COM – Ibu dan tiga anak tewas terimbun longsor di Gang Bulu Tangkis, Jalan Belimau, RT 22, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara.

Seluruh korban akhirnya telah berhasil ditemukan. 

Peristiwa tragis ini terjadi pada Senin (12/5/2025) sekitar pukul 05.00 Wita, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. 

Baca juga: Kecelakaan Beruntun 26 Motor karena Ceceran Solar, Warga Bantu Damkar Sikat dan Sabuni Jalan 2 Km

Dua jenazah terakhir ditemukan pada Selasa (13/5/2025) pagi, menyusul dua korban pertama yang dievakuasi sehari sebelumnya.

Tanah gembur dan minimnya vegetasi di lereng bukit menyebabkan longsor hebat yang menimbun empat rumah warga, termasuk satu rumah berisi enam anggota keluarga. 

Dari satu keluarga, hanya dua orang yang berhasil menyelamatkan diri, yakni sang ayah dan satu anak laki-lakinya.

Empat anggota keluarga lainnya—termasuk sang ibu dan tiga anak—menjadi korban tertimbun dan meninggal dunia.

“Ya, dari empat jenazah korban longsor ini, hari ini telah ditemukan semua. Hari ini kita temukan dua dan saat ini sedang dibawa ke rumah sakit umum untuk penanganan dan sesuai prosedur yang ada,” ujar Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat meninjau lokasi.

Ia juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban yang selamat, dan menyampaikan dukungan moral kepada mereka.

“Tentu ini tidak ringan, sangat berat. Kita bisa bayangkan. Tiga saudaranya dan ibunya tidak sempat menyelamatkan diri. Kita minta semua pihak, termasuk warga sekitar, memberikan penguatan agar beliau bisa kuat menghadapi musibah yang sangat memukul ini,” tambahnya.

Evakuasi Terkendala Medan

Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa proses pencarian sempat terkendala karena kondisi medan yang licin, curam, dan sulit diakses alat berat.

Petugas gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, dan relawan bekerja keras menggunakan alat manual seperti cangkul dan sekop.

“Jenis tanahnya memang mudah longsor. Hampir tidak ada pohon besar di atas bukit, hanya semak dan rumput liar. Ini membuat air hujan langsung menggerus tanah,” kata Suwarso.

Dua korban pertama, Hamdana (50) dan anaknya Nasrul (24), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin sore.

Sementara dua korban terakhir ditemukan pada Selasa pagi.

Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RSUD AW Sjahranie untuk proses identifikasi dan pemulasaran.

Pemerintah Kota Samarinda mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar tetap waspada, khususnya saat musim hujan, dan segera melapor bila ditemukan tanda-tanda potensi pergerakan tanah.  ( Kompas.com )

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved