Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Slawi

Penari Topeng Endel Sambut Kirab Tombak Kyai Plered di Kantor Pemkab Tegal 

Sebanyak 424 siswi SD penari topeng endel se-Kabupaten Tegal menyambut kedatangan Kirab Tombak Kyai Plered saat menuju Gedung DPRD.

DOKUMENTASI HUMAS PEMKAB TEGAL
SEDANG MENARI: Sebanyak 424 siswi SD penari topeng endel dari perwakilan 18 koordinator wilayah kecamatan atau KWK pendidikan se-Kabupaten Tegal, menyambut kedatangan Kirab Tombak Kyai Plered di sepanjang jalan di Kantor Pemkab menuju Gedung DPRD Kabupaten Tegal, Minggu (18/5/2025). Sebelumnya, pusaka Tombak Kyai Plered dikirab dari Padepokan Kalisoka menuju Rumah Dinas Bupati Tegal pada Sabtu (17/5/2025), bersamaan dengan parade hasil bumi dan kesenian.  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Sebanyak 424 siswi SD penari topeng endel dari perwakilan 18 koordinator wilayah kecamatan atau KWK pendidikan se-Kabupaten Tegal, menyambut kedatangan Kirab Tombak Kyai Plered di sepanjang jalan di Kantor Pemkab menuju Gedung DPRD Kabupaten Tegal, Minggu (18/5/2025).

Prosesi kirab pusaka, mengawali acara Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Tegal yang digelar khusus pada peringatan Hari Jadi ke-424 Kabupaten Tegal yang jatuh tepat tanggal 18 Mei 2025. 

Pada kesempatan itu, tampak puluhan kereta kencana hias mengiringi kirab Tombak Kyai Plered dari Rumah Dinas Bupati Tegal menuju Gedung DPRD Kabupaten Tegal.

Baca juga: Mami Penari Bugil di Mansion KTV & Bar Semarang ditetapkan Tersangka

Sebelumnya, pusaka tersebut dikirab dari Padepokan Kalisoka menuju Rumah Dinas Bupati Tegal pada Sabtu (17/5/2025), bersamaan dengan parade hasil bumi dan kesenian yang diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tegal, BUMD, kecamatan, dan instansi lainnya.

Urutan kontingen kirab pusaka dimulai dengan Paskibraka dan sejumlah pelajar yang membawa foto Bupati Tegal sebelumnya, diikuti kontingen di belakangnya marching band dari SMK Baruna Dukuhwaru, kendaraan pembawa Tombak Kyai Plered dan rombongan kereta kencana.

Mereka yang berada di rombongan kereta kencana adalah Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman beserta istri, Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid beserta istri, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud beserta istri, unsur Forkopimda dan kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Tegal.

Masyarakat tampak antusias menunggu kedatangan rombongan kirab budaya. 

Terlebih ada momen udik-udikan atau bagi-bagi pecahan uang logam bercampur beras kuning dari Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, dan Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, serta unsur pimpinan lainnya ke warga yang sudah menunggu di sepanjang jalan. 

Tradisi tersebut memiliki makna berbagi rezeki dan menciptakan suasana kebersamaan. 

Memasuki kantor Pemkab Tegal, rombongan kirab disambut tarian massal topeng endel dari 424 siswi SD.

Sesampainya di Gedung DPRD Kabupaten Tegal, sesepuh Kalisoka menyerahkan Tombak Kyai Plered kepada tokoh ulama Kabupaten Tegal KH Hambali Usman. 

Selanjutnya diberikan kepada Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, dan meneruskannya kepada Ketua DPRD Kabupaten Tegal Wasbun Jauhara Khalim.

“Saya berikan pusaka Tombak Kyai Plered wujud kencengin tekad para pejabat pemerintah Kabupaten Tegal untuk mengemban amanah rakyat. Mohon diterima supaya Pemerintah Kabupaten Tegal tetep jejeg, teteg tangguh dan tanggon," ucap KH Hambali Usman, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (20/5/2025). 

Baca juga: Terbongkarnya Pertunjukan Penari Striptis di Semarang Jateng: Ada Bukti Rekaman

Usai menerima pusaka Tombak Kyai Plered, Bupati Ischak menyampaikan ucapan terima kasih kepada sesepuh keluarga Kalisoka yang sudah mengikuti prosesi kirab.

Bupati Ischak mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian prosesi budaya, terlebih ini merupakan kali pertamanya sebagai kepala daerah menjalankan prosesi adat peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal

"Rasanya antusias dan sedikit deg-degan karena mendekati hari jadi suasananya memang berbeda. Saya baru pertama menjabat Bupati Tegal sejak Februari 2025, sehingga pada peringatan hari jadi ini tradisi yang sakral dan harus berhati-hati dalam pelaksanaannya," ungkap Ischak. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved