Astra Motor Jateng
Menentukan Sweet Spot saat Memilih Motor Adventure
Menemukan motor yang "pas" untuk berpetualang sangat penting untuk mendukung aksi berpetualang dan sangat perlu ada pertimbangan-pertimbangan.
Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Adventure atau berpetualang merujuk kepada beberapa arti, yaitu pengalaman yang mengasyikkan dan tidak biasa, seringkali melibatkan keberanian, tantangan, dan risiko didalamnya serta kegiatan menjelajahi tempat baru, melakukan aktivitas yang menantang fisik.
Sebagai seorang petualang yang jiwanya telah menyatu dengan motor, ribuan kilometer jalanan adalah saksi bisu sebuah petualangan.
Ada satu kerinduan yang tak pernah lekang, yaitu hasrat untuk kembali menunggangi motor kesayangan menuju daerah-daerah yang belum terjelajahi.
Tidak hanya soal destinasinya, tetapi juga sensasi dan proses perjalanan itu sendiri yang selalu dirindukan seorang Adventure.
Ketika kerinduan itu datang, bukan hanya keindahan daerah yang belum dijelajahi yang memanggil.
Tetapi juga sensasi mengendalikan motor di jalanan asing, tantangan yang harus ditaklukkan, dan cerita-cerita baru yang siap untuk dikenang.
Suara mesin adalah melodi rindu untuk kembali bertualang, menembus batas yang belum pernah dilewati sebelumnya.
Sehingga menemukan motor yang "pas" untuk berpetualang sangat penting untuk mendukung aksi berpetualang dan sangat perlu ada pertimbangan-pertimbangan yang perlu diketahui dan saling berkaitan.
Jenis dan Jarak Perjalanan yang Sering Dilakukan.
Jika mayoritas perjalanan adalah jarak jauh, sering membawa banyak perlengkapan, atau melalui medan yang menanjak curam, maka kubikasi yang lebih besar akan lebih diutamakan.
Tenaga dan torsi yang lebih besar akan membuat motor lebih "enteng" dan tidak terlalu terbebani.
Namun, jika lebih sering menjelajah jalur-jalur off-road teknis yang sempit, bobot dan kelincahan motor dengan kubikasi yang lebih kecil atau menengah akan lebih menguntungkan.
Keseimbangan Bobot dan Tenaga. Ini adalah kunci utama.
Motor dengan tenaga besar namun bobot yang berlebihan bisa melelahkan, terutama di medan off-road atau saat manuver lambat.
Sebaliknya, motor yang terlalu ringan dengan tenaga yang kurang akan kesulitan saat tanjakan atau membawa beban.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.