Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

4 Hari Mencekam di Lautan: Kisah Dowinta, Ibu dan Dua Anak Terombang-ambing Menuju Upacara Adat

Penumpang Kapal Motor (KM) Altaf, Dowinta atau Dodo, menceritakan pengalaman menegangkan saat  terombang-ambing di laut selama 4 hari.

Tayang:
Editor: raka f pujangga
TribunBengkulu.com/Romi Juniandra dan Beta Misutra
KAPAL HILANG KONTAK - Dowinta penumpang Kapal motor (KM) Altaf yang sempat dilaporkan hilang kontak saat berlayar menuju Pulau Enggano saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (29/5/2025). Dowinta bersama dua anaknya, kakak kandung, kakak ipar, serta tiga anak buah kapal (ABK), terombang-ambing di lautan selama sekitar empat hari. 

"Alhamdulillah, anak-anak sehat dan tidak trauma," tambahnya.

Beruntung, pada Selasa (27/5/2025) pagi, mereka mendapatkan sinyal dan segera meminta bantuan hingga akhirnya diselamatkan.

Mereka pun sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, sesaat setelah evakuasi pada Selasa sore.

Mereka memang terombang-ambing sampai ke perairan Lampung sebelum akhirnya diselamatkan.

Hilang Kontak

Sebelumnya, diberitakan, kapal nelayan KM Altaf yang mengangkut lima penumpang dengan tujuan Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, dilaporkan hilang kontak.

KM Altaf memiliki ciri-ciri warna kuning hijau, panjang 18 meter, lebar 4,5 meter.

Kapal dikapteni Mansyur dengan dua ABK, Ramli dan Prengki.

Kelima penumpang yang berada di atas kapal diketahui adalah Dowinta alias Dodo, yang bepergian bersama dua anaknya, yakni Nafta (6 tahun) dan Nagif (3 tahun).

Dua penumpang lain yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Dodo adalah Novi, kakak laki-lakinya, dan Dani, kakak ipar Dodo.

Menurut penuturan Mulyadi, salah satu kerabat korban yang berada di Pulau Enggano, ia sempat menghubungi Dodo melalui sambungan telepon pada Sabtu (24/5/2025) sekitar pukul 14.00 WIB, saat rombongan berangkat dari Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.

"Ketika saya hubungi, mereka baru akan keluar dari pelabuhan. Tapi setelah kapal mulai memasuki wilayah laut, sambungan telepon terputus," jelas Mulyadi saat dihubungi TribunBengkulu.com.

Dalam kondisi laut yang normal, kapal seharusnya sudah tiba di Enggano pada Minggu (25/5/2025) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

"Paling lambat biasanya tiba pukul 04.00 WIB subuh. Tapi sampai sekarang kapal belum juga sampai," ungkap Mulyadi.

Pihak keluarga pun terus mencoba menghubungi nomor telepon para penumpang, namun hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun nomor yang aktif.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved