Berita Purbalingga
Purbalingga Gencarkan Literasi Keuangan untuk Perempuan demi Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online
Pemkab Purbalingga gandeng OJK tingkatkan literasi keuangan ibu-ibu agar cerdas kelola uang & hindari pinjol.
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA --- Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat sebagai salah satu langkah strategis mencegah maraknya kasus penipuan digital, seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal (pinjol).
Hal ini diwujudkan lewat kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) yang menyasar Tim Penggerak PKK dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW).
Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Dipokusumo dan dihadiri oleh berbagai tokoh perempuan serta pejabat daerah. Kepala OJK Purwokerto, Harmain Billady, menjelaskan bahwa ibu-ibu sengaja dijadikan sasaran utama dalam kegiatan ini karena peran penting mereka sebagai pengelola keuangan keluarga.
“Ibu-ibu adalah menteri keuangan dalam rumah tangga. Bila mereka paham soal literasi keuangan, mereka tak hanya menjaga keuangan keluarga, tapi juga bisa menularkan ilmu ini kepada anak-anak mereka,” ujar Harmain.
Ia menyoroti maraknya praktik judi online dan investasi ilegal yang menjebak masyarakat akibat rendahnya pemahaman keuangan digital.
Menurut Harmain, meningkatnya akses pada produk keuangan seperti tabungan, dompet digital, hingga paylater, tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai, terutama di kalangan anak muda.
Ato Susanto, Asisten Administrasi Umum Sekda Purbalingga yang hadir mewakili Bupati, juga menyampaikan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap teknologi finansial.
Ia mengingatkan bahwa kemudahan akses keuangan digital juga membawa risiko besar jika masyarakat tidak cermat.
“Banyak kasus pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang menjerat masyarakat, khususnya perempuan. Ini ancaman nyata yang harus kita hadapi bersama melalui edukasi,” tegas Ato.
Oleh karena itu, Pemkab Purbalingga berharap para peserta kegiatan ini bisa menjadi agen literasi keuangan di lingkungannya masing-masing.
Melalui edukasi yang masif dan berkelanjutan, masyarakat diharapkan tidak hanya melek keuangan, tapi juga mampu mengambil keputusan finansial yang bijak di tengah derasnya arus digitalisasi.
Baca juga: Pemkab Banyumas Tunggu Payung Hukum dari Pusat Terkait Jalankan Pendidikan Gratis
Baca juga: Hindari Kantong Plastik, DLH Blora Sarankan Daun dan Besek sebagai Kemasan Daging Kurban
Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo di Wonosobo Berbobot 900 Kg, Dijaga 24 Jam Jelang Idul Adha 2025
Viral Jalan Aspal Senilai Rp 160 Juta di Purbalingga Ditumbuhi Rumput, Ternyata Dana Aspirasi Dewan |
![]() |
---|
Dinkes Purbalingga Jamin Anak Bebas Cacingan: Rutin Beri Obat Gratis dari Kemenkes |
![]() |
---|
Dulu Pasar Bojong Purbalingga Ramai Sekarang Sepi, Ini Penyebabnya |
![]() |
---|
Kondisi Psikis Anak Bakar Rumah Gegara Tak Diberi Uang Rp200 Ribu di Purbalingga, Diduga Depresi |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Minta Uang Rp 200 Ribu Ga Diberi, Pemuda di Purbalingga Bakar Rumah Orangtuanya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.