Berita Regional
Sosok Frans Pangkey, Mantan Pasukan Cakrabirawa: Pria Kebal Peluru yang Punya Nyali Besar
Inilah sosok Frans Pangkey mantan pasukan Cakrabirawa. Masih teringat jelas peristiwa G30S PKI dalam kenangan Frans Pangkey
Yani gugur akibat ditembak oleh para penculik di kediamannya.
Sedangkan Kapten Czi (Anumerta) Pierre Tendean yang menjadi ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution ikut diculik.
Sedangkan Nasution berhasil menyelamatkan diri.
Mereka yang diculik itu dituduh membentuk kelompok Dewan Jenderal dan hendak melakukan kudeta terhadap Presiden Soekarno.
Para korban kemudian dibawa ke daerah Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, kemudian dieksekusi.
Jasad mereka dibuang ke dalam sebuah sumur.
Mereka kemudian ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi.
Wawancara terakhir
Sebelum menjadi korban G-30-S, Ahmad Yani ternyata sempat meladeni awak media pada pagi harinya.
Pada saat itu Yani dan sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat menghadiri upacara penyerahan tanda penghargaan Sam Karya Nugraha di kapal Tampomas, seperti dikutip dari surat kabar Kompas edisi 12 Oktober 1965.
Yani saat itu menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad).
Pangkatnya ketika itu letnan jenderal.
Dalam upacara itu Yani bertindak sebagai inspektur upacara.
Tidak ada yang pernah menyangka kalau Yani dan sejumlah perwira tinggi TNI AD yang hadir pada kegiatan itu akan menjadi korban peristiwa berdarah tersebut.
Selepas upacara, Yani dan sejumlah perwira tinggi beristirahat sejenak.
Akan tetapi, tidak lama kemudian Yani menyambangi para jurnalis yang diberi tugas meliput upacara itu.
Yani kemudian mempersilakan para wartawan mengajukan pertanyaan kepadanya.
"Jullie boleh tanya apa saja. Akan tetapi jangan tanya soal Angkatan Kelima," kata Yani.
Para jurnalis kemudian mengajukan berbagai pertanyaan kepada Yani.
Jenderal lulusan Korps Pembela Tanah Air (PETA) itu kemudian menceritakan pengalamannya saat terlibat dalam operasi menumpas Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) di Sulawesi Utara.
Bahkan Yani sempat menyapa jurnalis kantor berita Antara yang sempat meliput operasi itu.
"Jij dulu pernah ikut operasi sama saya di Manado bukan," ujar Yani.
Itulah kenangan terakhir para jurnalis dalam mewawancarai Yani sebelum peristiwa berdarah tersebut. (*)
RSUD Kewalahan Tangani Korban Keracunan MBG di Lebong Bengkulu yang Jumlahnya Capai 281 Siswa |
![]() |
---|
Berawal Pakai Narkoba Bersama, David Tusuk Pacarnya hingga Tewas |
![]() |
---|
Musleh Dibacok Tetangga Sendiri gara-gara Rebutan Pohon Jati |
![]() |
---|
Jasad Wanita Nyaris Tanpa Busana Ditemukan di Semak-Semak Lahan Kosong |
![]() |
---|
Anggota TNI Pembunuh Istri Acungkan Jari Tengah ke Keluarga Korban saat Rekonstruksi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.