Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Slawi

Warga Senang dan Bangga Sapi Brantas Seberat 1,25 Ton Jadi Hewan Kurban di Desa Pesayangan Tegal 

Momen Idul Adha tahun ini khususnya bagi warga Desa Pesayangan, RT 12/RW 03, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal sedikit berbeda dan istimewa

TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
MEMOTONG DAGING: Warga Desa Pesayangan, RT 12/RW 03, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, sedang memotong daging kurban pada momen Idul Adha 1446 Hijriyah untuk nantinya dibagikan ke warga sekitar ataupun warga dari luar desa, bertempat di area Musala An-nur, Sabtu (7/6/2025). Momen Idul Adha tahun ini khususnya bagi warga Desa Pesayangan, RT 12/RW 03, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal sedikit berbeda dan terasa lebih istimewa karena mendapat hewan kurban berukuran jumbo bernama Brantas dengan bobot terakhir mencapai 1,25 ton lebih. TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Momen Idul Adha tahun ini khususnya bagi warga Desa Pesayangan, RT 12/RW 03, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal sedikit berbeda dan terasa lebih istimewa karena mendapat hewan kurban berukuran jumbo yang diklaim terbesar di kelasnya. 

Adapun sapi berukuran jumbo ini bernama Brantas dengan bobot terakhir mencapai 1,25 ton lebih. 

Brantas merupakan sapi jenis Brahman Cross (BX) yang dalam kontes Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) masuk kelas PO Cross Extreme. 

Berukuran jumbo, proses penyembelihan Sapi Brantas melibatkan tukang jagal khusus sebanyak lima orang dan membutuhkan waktu lumayan lama. 

Namun dalam prosesnya penyembelihan berlangsung lancar dan aman. 

Sesuai pantauan Tribunjateng.com di lokasi penyembelihan yakni area Musala An-Nur, Desa Pesayangan, RT 12/RW 03, pada Sabtu (7/6/2025), warga terlihat sedang gotong royong memotong daging kurban yang tidak hanya berasal dari Sapi Brantas saja tapi juga hewan kurban lainnya. 

Selain memotong daging menjadi ukuran lebih kecil, sebagian ada yang memisahkan daging dari tulang, dan memotong bagian tulang dengan alat khusus supaya lebih cepat. 

Setelahnya daging, jeroan, tulang dan bagian lainnya dimasukan ke dalam wadah plastik untuk dibagikan ke warga ataupun masyarakat sekitar. 

Pemilik Sapi Brantas Aji Trisnawan mengungkapkan, proses penyembelihan berlangsung pukul 07.00 WIB melibatkan lima tukang jagal khusus. 

Mengingat proses mendapatkan Sapi Brantas tidak mudah dan menunggu cukup lama, Aji merasa senang tapi juga sedih pada akhirnya bisa berkurban sapi berukuran jumbo. 

"Brantas dalam kontes terbesar di kelasnya yaitu PO Cross Extreme dengan bobot terakhir 1,25 ton lebih. Jujur saya merasa senang tapi juga sedih, namun lebih banyak senangnya," tutur Aji, pada Tribunjateng.com. 

Menurut Aji, kurban sapi berukuran jumbo bukan kali pertama yang dilakukan tapi untuk bobot masih dibawah Brantas. 

Kurban tahun sebelumnya sapi jumbo berbobot 1,1 ton lebih. 

Adapun sapi Brantas ini merupakan hewan kurban dari keluarga Aji Trisnawan. 

"Untuk pembagian daging kurban tidak hanya bagi warga Desa Pesayangan, RT 12/RW 03 saja tapi juga untuk warga luar dengan menggunakan kupon," terang Aji. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved