Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Sekolah Rakyat di Solo Beroperasi Juli 2025, Angkatan Pertama Ada 200 Siswa

Pemkot Surakarta memastikan mulai menggelar pembelajaran di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026.

Tayang:
Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
SEKOLAH RAKYAT - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi. Disebutkan Sekolah Rakyat di wilayahnya akan mulai menggelar pembelajaran pada tahun ajaran 2025/2026 ini. Total ada 200 siswa di angkatan pertama setara SMA. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemkot Surakarta memastikan mulai menggelar pembelajaran di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026.

Peserta didik untuk bersekolah di sana pun sudah diverifikasi.

Mereka adalah calon siswa dari orangtua yang masuk dalam kategori Desil 1 dan 2.

Baca juga: Polisi Tidak Temukan Bekas Pengereman di Saat Kecelakaan Maut Fortuner Vs Tronton di Tol Solo-Ngawi

Baca juga: Fantastis, TIPU UGM Tuntut Jokowi Rp 5.853 Triliun di Kasus Ijazah: KPU, SMA 6 Solo dan UGM Ikut

200 siswa akan menjadi angkatan pertama Sekolah Rakyat di Kota Surakarta. 

Sekolah setara SMA ini bertempat di Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Jalan Tentara Pelajar Jebres.

“Sekolah Rakyat ditarget Presiden Prabowo Subianto ikut pada tahun ajaran baru 2025/2026."

"Verifikasi ada 200 siswa SMA dan cadangannya 20 sudah kami verifikasi satu-satu melalui pendamping PKH,” ungkap Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, Minggu (8/6/2025).

Pihaknya telah memastikan sekolah ini beroperasi di tahun ajaran baru.

Siswa juga telah didata dari lulusan SMP dan MTs di Kota Surakarta.

“Melalui data sentra terpadu nasional Sekolah Rakyat sudah siap di pertengahan Juli 2025."

"Kami sudah menampung dari Kemensos bersama Dinsos mencari di SMP dan MTs yang berhak masuk Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Baca juga: Warga Antusias Melihat Janoko, Sapi Milik Prabowo Disembelih di Masjid Agung Solo

Baca juga: Kemenkum Jateng Bahas Pentingnya Desain Industri dan Hak Cipta Bersama Komunitas Pelaku Budaya Solo

Pihaknya menyortir sekira 300 calon siswa menjadi 200 siswa yang telah bersedia dan terverifikasi berhak masuk di Sekolah Rakyat.

“Ada pernyataan orangtua yang bersedia dan tidak."

"Kami cek satu-satu, kami verifikasi sampai rumahnya,” ungkapnya.

Mereka yang berhak masuk di sekolah ini merupakan warga miskin di Kota Surakarta, terutama yang masuk kategori desil 1 dan 2.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved