Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

Jerit Warga Demak Korban Banjir Rob: Airnya Asin, kalau Surut Peralatan Rusak Semua

Penghasilannya terbatas, tak cukup untuk terus-menerus membenahi rumah yang hampir saban bulan dilanda rob

Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM/ REZANDA AKBAR D.
ISTIGHOSAH - Para ibu-ibu yang mengikuti istighosah prihatin Rob Sayung, ikut berdoa bersama untuk meminta agar banjir rob di Demak Segera tertangani. 

Bukan hanya Kecamatan Sayung yang selama ini dikenal sebagai daerah langganan rob, tetapi juga kecamatan lain seperti Karangtengah dan Bonang. Air asin dari laut seolah tak lagi mengenal batas wilayah.

“Dulu hanya di jalanan. Sekarang masuk ke pemukiman. Yang dulu-dulu, Wonoagung ini masih aman. Sekarang air dari mana-mana masuk. Dari hujan, dari laut, dari empang," ujarnya.

Baginya, bukan hanya tentang rumah yang kebanjiran. Tapi bagaimana bertahan di tengah kondisi yang tak menentu. 

Bagaimana memasak saat lantai dapur digenangi air asin.

Bagaimana mencuci, menjaga kebersihan, merawat kesehatan anak-anak dan lansia. 

Dan bagaimana menyisihkan uang untuk meninggikan rumah, saat kebutuhan pokok pun sulit dipenuhi.

“Airnya asin. Kalau surut, lengket semua. Kalau enggak langsung dibersihin, ya bisa rusak lantainya. Barang-barang elektronik juga banyak yang rusak,” tuturnya. 

“Tidur sekarang banyak yang di lantai. Kalau air datang malam-malam, enggak sempat nyelamatin,” sambungnya.

Warga banyak bertanya-tanya: mengapa sekarang rob makin parah?

Beberapa menduga tol yang membentang di pesisir menjadi salah satu penyebabnya.

“Orang desa enggak ngerti betul. Tapi yang disalahkan ya tol itu. Air masuk, tapi enggak bisa keluar lagi. Jadi ngumpul terus meluber kampung-kampung," sangkanya.

Siang ini di depan jalan yang termakan rob, dia mengikuti istighosah bersama ratusan ribu warga lain.

Sebuah doa bersama, meminta keselamatan dan jalan keluar dari bencana yang terus mengintai. Dalam harapannya, ia menitip pesan untuk pemerintah.

“Kalau bisa dibangun tanggul atau pelindung, Biar air laut enggak masuk ke desa-desa lagi. Kasihan, kami cuma rakyat kecil,” tutupnya, matanya basah, terdengar suaranya lirih namun tegas. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved