Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Jelang Popnas 2025, Jawa Tengah Genjot Pembinaan Atlet Usia Dini lewat Popda

Disporapar Jateng terus mematangkan persiapan menuju ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025.

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/HERMAWAN ENDRA
UNGKAP KEBANGGAAN: Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng, Suci Baskorowati. Suci mengungkapkan kebanggaannya atas gelaran Popda kali ini yang menghadirkan para atlet muda potensial. (TRIBUN JATENG/HERMAWAN ENDRA) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) terus mematangkan persiapan menuju ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang kini mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA sederajat.

Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng, Suci Baskorowati, mengungkapkan kebanggaannya atas gelaran Popda kali ini yang menghadirkan para atlet muda potensial.

Baca juga: Jateng Gelar Popda SMA 2025: Ribuan Atlet Berlaga di 21 Cabang Olahraga, Catat Lokasinya

Ia menyebut para atlet muda ini sebagai bibit-bibit harapan yang kelak menggantikan para atlet senior.

Menurutnya, ini adalah bagian dari proses regenerasi atlet yang sedang dipersiapkan untuk tampil di tingkat nasional.

Dalam Popnas 2023 lalu, Jawa Tengah berhasil meraih peringkat keempat nasional, masih berada di bawah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Oleh karena itu, target ke depan adalah mempertahankan posisi tersebut, bahkan bila memungkinkan, melampaui capaian sebelumnya.

Terkait hasil Popda 2025, pihak Disporapar berharap bisa mendapatkan data dan pemetaan atlet yang lebih akurat.

“Harapannya, hasil dari Popda dan Kejurprov Junior ini bisa memberikan gambaran lebih jelas untuk cabang olahraga yang kita andalkan, termasuk menembak,” ujar Suci Baskorowati, Selasa (17/6).

Meski demikian, penyelenggaraan Popda tidak lepas dari berbagai tantangan.

Beberapa kritik dan saran mengemuka dari daerah, terutama menyangkut nomor pertandingan dan jenjang yang tidak semuanya diakomodasi.

Hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah provinsi.

“Banyak yang bertanya kenapa nomor ini tidak dipertandingkan, kenapa jenjang itu tidak ada.

Tapi ya kita realistis, tidak bisa memuaskan semua pihak. Kami berusaha yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, proses seleksi atlet untuk Popnas selanjutnya belum selesai.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved