Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Palu

Kombes Pol Richard Lempar Telur Panas ke Pegawai Warkop di Palu, Viral dan Dikecam Publik

Aksi Kombes Pol Richard lempar telur panas ke pegawai warkop di Palu viral. Korban terluka, pelaku masuk daftar hitam pelanggan.

Shutterstock
Ilustrasi telur ceplok atau telur mata sapi di wajan teflon. 

TRIBUNJATENG.COM, PALU -- Sebuah insiden tak terpuji yang melibatkan seorang perwira menengah kepolisian viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.

Kombes Pol Richard B Pakpahan, yang menjabat sebagai Direktur Samapta Polda Sulawesi Tengah, diduga melempar telur panas ke wajah seorang pegawai warung kopi (warkop) di Kota Palu, Sabtu (14/6/2025).

Kejadian itu terjadi di Warkop Roemah Balkot dan menghebohkan pelanggan yang sedang menikmati waktu santai.

Aksi tersebut bahkan membuat Kombes Richard dimasukkan ke dalam daftar hitam pelanggan oleh pihak manajemen warkop sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan kekerasan.

Kronologi Kejadian: Dari Mi Kuah Jadi Kekerasan

Korban berinisial CV (pegawai warkop) menceritakan bahwa insiden berawal dari pesanan mi kuah dengan dua telur setengah matang.

Namun, saat pesanan disajikan, Kombes Richard merasa penyajiannya tidak sesuai selera.

“Telurnya dimasak setengah matang, dan mungkin tidak sesuai dengan selera beliau. Tapi saya tidak menyangka reaksinya akan seperti itu,” ujar CV.

Tak hanya melontarkan protes keras, Kombes Richard diduga langsung melempar telur panas ke wajah korban, mengenai area mata.

CV juga mengaku dipukul di depan pelanggan lain, yang membuat suasana kafe menjadi kacau dan mencekam.

Viral dan Menuai Kritik dari Warga Palu

Aksi agresif Kombes Richard langsung menyebar di media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat Kota Palu.

Banyak warga mengecam tindakan yang dinilai arogan dan tidak pantas dilakukan oleh seorang aparat penegak hukum.

Sebagai bentuk solidaritas terhadap korban, pihak manajemen Warkop Roemah Balkot mengambil langkah tegas.

“Kami tidak mentoleransi tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun, apalagi terhadap karyawan kami,” ujar salah satu perwakilan manajemen.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved