Berita Palu
Kombes Pol Richard Lempar Telur Panas ke Pegawai Warkop di Palu, Viral dan Dikecam Publik
Aksi Kombes Pol Richard lempar telur panas ke pegawai warkop di Palu viral. Korban terluka, pelaku masuk daftar hitam pelanggan.
Bantahan Kombes Richard dan Pengakuan Permintaan Maaf
Ketika dikonfirmasi, Kombes Pol Richard membantah telah melakukan pemukulan.
Ia menjelaskan bahwa saat itu hanya menegur pegawai karena pesanan telur tidak kunjung diantarkan.
“Kalau saya memukul pasti sudah viral, karena pengunjung pasti videokan,” ucapnya.
Meski demikian, Richard mengakui telah melempar telur ke arah kepala pegawai.
Ia mengklaim bahwa insiden tersebut hanya bentuk miskomunikasi, dan ia telah meminta maaf kepada korban secara langsung.
“Saya tidak melempar ke wajah, hanya ke kepala, dan saya sudah minta maaf,” katanya.
Damai Secara Kekeluargaan, tapi Publik Masih Geram
Permintaan maaf Kombes Richard diterima secara kekeluargaan. Kakek korban, Budi Dharmadi, membenarkan bahwa pelaku telah datang langsung ke rumah mereka untuk berdamai.
“Beliau sudah datang ke rumah minta maaf dan mereka sudah saling memaafkan,” ujar Budi.
Namun, banyak warga dan aktivis menilai bahwa proses damai tidak menghapus tanggung jawab moral dan etika. Warganet meminta Polda Sulteng untuk bersikap transparan dan memberi sanksi tegas jika terbukti melanggar kode etik.
Polda Sulteng Bungkam, Desakan Transparansi Menguat
Hingga berita ini ditulis, Polda Sulawesi Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oleh pejabat internalnya.
Bungkamnya institusi penegak hukum dalam kasus ini membuat desakan publik agar dilakukan investigasi transparan semakin menguat.
Beberapa tokoh masyarakat dan organisasi sipil meminta agar kasus ini tidak diselesaikan hanya secara kekeluargaan, melainkan diselidiki sesuai prosedur hukum dan kode etik Polri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/relur-setengah-matang.jpg)