Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

2 SDN di Blora Nol Murid, Dinas Pendidikan Perpanjang Pendaftaran

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora memberikan kelonggaran terhadap dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Blora tetap membuka SPMB.

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: raka f pujangga
Iqbal/Tribunjateng
RUANG KELAS - Ilustrasi suasana ruang kelas SDN Negeri 1 Patalan Blora. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Blora memberikan kelonggaran terhadap dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Blora untuk tetap membuka sistem penerimaan murid baru (SPMB) hingga tahun ajaran baru dimulai.

Kedua SDN itu di antaranya, SDN 1 Patalan, Kecamatan Blora, dan SDN 1 Sumengko, Kecamatan Randublatung.

Pasalnya, dua SDN tersebut hingga jadwal penutupan SPMB tidak mendapat murid baru. 

Baca juga: Warga Blora Antusias Ikuti Kirab Barongan di Malam Satu Suro

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Slamet Dwi Cahyono, menyampaikan, aturan tersebut dibuat secara khusus untuk dua sekolah itu saja.

"Sampai saat ini hanya dua SD itu yang kami minta untuk masih menerima murid baru. Jika nanti ada anak usia sekolah yang harus masuk SD ya dipersilahkan saja,” katanya, Jumat (27/6/2025).

Lebih lanjut, pihaknya menekankan agar semua anak usia sekolah di Blora bisa mendapatkan hak pendidikannya.

Sementara itu, terkait fenomena adanya dua SDN di Blora tidak mendapat murid baru, juga ditanggapi Dewan Pendidikan Blora.

Anggota Dewan Pendidikan Blora, Sugi Rusyono, mengatakan fenomena seperti ini harus segera direspon dan diberikan solusi.

"Salah satunya dengan cara regrouping sekolah dan meningkatkan SDM tenaga pendidik,’’ katanya. 

Baca juga: Talud Jembatan Temuwoh Longsor, Bupati Blora Arief Rohman Instruksikan Perbaikan Jalur Alternatif

Selain itu, menurutnya perlu adanya peningkatan kualitas SDN itu sendiri. Terutama dari sisi pengajarnya.

"SDM guru harus ditingkatkan sehingga kualitas sekolah menjadi lebih baik. Pola pikir dan cara pandang guru inilah yang harus dirubah."

"Pandangan kalau sekolah negeri pasti dapat murid harus dihilangkan. Sekarang semua harus visioner dan kreatif,’’ paparnya.(Iqs)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved