Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Kejurnas Panahan Junior di Kudus Dinilai Jadi Kejuaraan Terbesar

Dito Ariotedjo menilai kejurnas panahan junior yang berlangsung di Kudus sejak 27 Juni sampai 5 Juli 2025 sebagai kejuaraan panahan junior terbesar.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
MEMANAH - Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo (jaket hitam) bersama Ketua Umum PB Perpani Arsjad Rasjid (kacamata hitam) saat memanah sebagai penanda dibukanya kejuaraan Milklife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 di Supersoccer Arena Rendeng Kudus, Sabtu (28/6/2025). (TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI) 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menilai kejuaraan nasional panahan junior yang berlangsung di Kudus sejak 27 Juni sampai 5 Juli 2025 sebagai kejuaraan panahan junior terbesar.

Hal itu disampaikan oleh Dito saat pembukaan kejuaraan panahan junior bertajuk Milklife Archery Challenge Kejurnas Junior di Supersoccer Arena Rendeng Kudus, Sabtu (28/6/2025).

“Ini adalah suatu hal yang bisa dibilang bersejarah kejurnas junior terbesar yang diselenggarakan perpani dengan jumlah atlet melebihi 850 atlet dan ini perdana ada U-10,” kata Dito.

Baca juga: 50 Atlet Muda Kudus Siap Gebrak Lintasan Pati: Bukan Medali, Tapi Jam Terbang yang Dicari!

Kejuaraan ini buah dari kerja sama antara Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dan Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Dalam kejuaraan ini terdapat 876 atlet dari 28 provinsi di Indonesia.

Atlet sebanyak itu akan tampil sesuai dengan kategori U-18, U-15, U-13, dan U-10.

Kemudian untuk kategori terdapat tiga kelas yaitu standar nasional diikuti sebanyak 442 atlet, recurve 221 atlet, dan compound 213 atlet.

“Kami sangat sadar bahwa panahan merupakan cabang olahraga yang diunggulkan saat Olimpiade karena selalu berhasil meloloskan dan butuh pemerataan dan atlet junior buat nasional.

Dan kami di kemenpora Cibubur Youth Elite Center untuk panahan jadi komitmen pemerintah untuk panahan sangat tinggi.

Kemudian federasi dipimpin profesional dan berintegritas di-support grup swasta sangat besar,” kata Dito.

Dia menilai dengan adanya kejuaraan nasional ini muncul bibit-bibit unggul atlet panahan nasional.

Sebab, kata dia, dalam kejuaraan ini juga diikuti oleh atlet belia yang masih berusia 7 dan 8 tahun.

Baginya ini menjadi nuansa positif terhadap dunia panahan nasional.

“Saya apresiasi orangtua yang mencintai olahraga dan berhasil memboyong anak-anaknya untuk mencintai olahraga.

Tidak hanya prestasi olahraga Indonesia di dunia, tapi bagaimana dengan pembudayaan panahan sejak dini dan merata generasi muda dan unggul dengan konsentrasi tinggi,” kata dia.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved