Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Libur Sekolah

Penjual Layangan Kebanjiran Rejeki, Kisah Adam Dapat Omzet Jutaan Rupiah, Sehari Laku 200 Buah

Hal itu dikisahkan oleh Adam salah satu penjual layangan di seitar kanal Jalan Batua Raya, Kota Makassar.

Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG/Rezanda Akbar
TOKO LAYANGAN - Sejumlah orang tua dan anak berkumpul di toko Maganol, toko layangan tua yang masih eksis hingga saat ini di Jalan MT Haryono Semarang, Jumat (27/6/2025)/(TRIBUNJATENG.COM/REZANDA AKBAR D.) 

TRIBUNJATENG.COM - Penjual layangan di musim liburan sekolah kebanjiran rejeki.

Bahkan ada yang bisa mendapat omzet hingga jutaan rupiah!

Hal itu dikisahkan oleh Adam salah satu penjual layangan di seitar kanal Jalan Batua Raya, Kota Makassar.

Saat ini memang bermain layangan sedang banyak digemari di tengah peralihan musim.

Baca juga: Semarakkan Musim Libur Sekolah, Rooms Inc Semarang Luncurkan Paket Liburan "Joyfull Holiday"

Baca juga: Jadwal Penampilan Sirkus Holiday Super Show di The Park Mall Semarang saat Libur Sekolah

Waktunya yang pas dengan liburan sekolah membuat anak-anak ramai-ramai memilih kegiatan ini.

Adam, sudah berjualan layangan sejak awal Juni 2025.

Ia mengatakan bahwa harga layangan yang dijualnya bervariasi, tergantung pada ukuran dan bahan yang digunakan.

 "Tergantung besar kecilnya. Kalau yang plastik itu harganya lima ribu dua," ucap Adam saat ditemui Tribun-Timur.com, Minggu (29/6/2025) sore, seperti dikutip TribunJatim.com, Senin (30/6/2025).

Dalam sehari, Adam mengaku bisa menjual hingga 200 layangan.

"Untungnya itu satu layang-layang seribu, jadi biasa laku sampai 200 layang-layang sehari," ungkapnya.

 "Ini dibeli juga, bukan saya yang buat," sambungnya.

Adam juga menambahkan bahwa anak-anak disana, biasanya mulai ramai bermain layangan di kawasan kanal setelah waktu salat Asar.

"Jadi sudah ramai kalau sudah salat Asar di sini," ujarnya.

Sebelumnya, warga sekitar kanal, Erna (46), mengaku senang melihat aktivitas anak-anak yang bermain layangan setiap sore.

"Iya seru, jadi hiburan untuk warga di sini," ucap Erna.

Ia menyebutkan bahwa keramaian tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi warga.

"Jadi warga yang biasanya tidak berjualan, akhirnya berjualan juga," ujarnya.

Erna menambahkan bahwa aktivitas anak-anak bermain layangan di kawasan itu telah berlangsung hampir satu bulan.

"Sudah hampir satu bulan ramai di sini," pungkasnya.

Sementara itu, di Madura Jawa Timur, musim layangan ternyata malah membawa petaka.

Di Kabupaten Pamekasan, Madura mulai musim layangan aduan dan layangan hias.

Musim dua jenis layangan itu berlangsung sejak kemarau.

Tak jarang, anak-anak atau orang dewasa khususnya pria, banyak bermain layang-layang di sawah dan dekat SUTET PLN (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi).

Hal ini kerap membuat layang - layang yang mereka mainkan nyangkut di aliran listrik tersebut dan membuat padam.

Selain itu, banyaknya anak kecil yang bermain layangan di jalan raya, kerap membuat pengendara resah.

Sebab, tak jarang dari mereka lalu lalang menangkap layangan aduan yang putus hingga ke tengah jalan raya.

Atas masalah ini, Polsek Kota Pamekasan mengimbau agar anak-anak dan warga tidak bermain layangan di jalan raya dan di area SUTET.

Gencarnya imbauan ini menyusul adanya laporan dari pengguna jalan yang terluka akibat senar layangan aduan.

Kapolsek Kota Pamekasan, AKP Junairi Tirto mengaku langsung merespon laporan tersebut dengan melakukan patroli dan menyampaikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat sejak Kamis (26/6/2025) malam.

“Kami pertama memberikan imbauan terlebih dahulu," kata AKP Junairi Tirto, Sabtu (28/6/2025).

Setelah diimbau, lanjut AKP Tirto, masih tetap bermain layangan hingga ke jalan raya, kemungkinan layangan akan disita.

Baca juga: Viral Video Penampakan Kuntilanak Terbang Ternyata Cuma Layangan, Pengunggah: Selalu Menerbangkan

Dia berjanji, imbauan ini akan terus dilakukan selama musim kemarau.

Alasannya karena bermain layangan di jalan tak hanya membahayakan pengendara, tapi juga bisa merusak jaringan listrik.

“Untuk sementara, baru kemarin kami terima keluhan dri masyarakat. Kami imbau terutama orang tua, agar tidak membiarkan anak-anak bermain layangan di jalan atau dekat aliran listrik yang bisa menyebabkan padam,” pesannya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved