kominfo kota pekalongan
Wali Kota Pekalongan Aaf : Perumda Tirtayasa Butuh Pemimpin yang Bisa 'Lari Kencang'
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menegaskan, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtayasa butuh pemimpin tangguh.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid menegaskan, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtayasa Kota Pekalongan membutuhkan sosok pemimpin yang tangguh, progresif, dan mampu bergerak cepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan layanan air bersih.
Hal tersebut ia sampaikan, saat memberikan arahan dalam apel pembinaan kepada jajaran direksi dan pegawai Perumda Tirtayasa, di halaman perumda setempat, Rabu (2/7/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan secara terbuka menyampaikan evaluasi terhadap kinerja pelayanan Perumda yang dinilainya masih memerlukan banyak perbaikan, terutama dalam hal kecepatan merespon keluhan masyarakat.
Baca juga: 2 Kasus Medis di Pekalongan Disorot Mashadi : Jangan Sampai Kepercayaan Masyarakat ke RSUD Menurun
Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah insiden pipa bocor di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) yang sempat membuat masyarakat resah.
"Keluhan masyarakat adalah tanggung jawab kita semua. Pipa bocor di THR adalah contoh bahwa kita masih belum cukup cepat dan tanggap."
"Karena itu, kami akan segera menggelar seleksi terbuka untuk posisi Direktur Utama Perumda Tirtayasa. Kita butuh sosok yang bisa lari kencang, bukan jalan santai," tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa proses seleksi akan dilakukan secara transparan, profesional, dan terbuka bagi siapa pun yang memiliki kapasitas, integritas, serta visi yang kuat dalam memajukan layanan air minum di Kota Pekalongan.
'Silakan mendaftar jika merasa mampu. Informasi lengkap bisa dikonsultasikan ke Bagian Perekonomian Setda Kota Pekalongan. Yang jelas, kita tidak bisa lagi lambat dalam merespon kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Aaf juga mengapresiasi, langkah digitalisasi yang telah diterapkan Perumda Tirtayasa, yang menurutnya menjadi pondasi penting dalam meminimalisasi kebocoran dan meningkatkan efisiensi.
Namun, ia menekankan bahwa teknologi hanya akan efektif jika didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki komitmen dan etika kerja tinggi.
Baca juga: Perempuan Kota Pekalongan Diberdayakan Lewat Pelatihan Kewirausahaan
"Tagline Melayani Sejernih Air harus menjadi cerminan sikap kerja seluruh pegawai. Bukan hanya airnya yang jernih, tapi pelayanannya juga harus bersih, profesional, dan bebas dari praktik yang merugikan masyarakat," ucapnya.
Pihaknya berharap, dengan kepemimpinan baru yang lebih progresif dan responsif, Perumda Tirtayasa dapat menjadi perusahaan daerah yang tidak hanya unggul dalam layanan teknis, tetapi juga dipercaya sepenuhnya oleh masyarakat.
"Kalau semua dijalankan dengan niat baik, kerja keras, dan integritas, saya optimistis Perumda Tirtayasa akan jadi kebanggaan warga Kota Pekalongan," pungkas Aaf.
| Bappenas Kaji Opsi Bendung Gerak dan Kolam Retensi untuk Bremi-Meduri Pekalongan |
|
|---|
| Jalan Rusak Belum Beres, Pemkot Pekalongan Gaspol Bangun Kantor Baru |
|
|---|
| Joko Purnomo: Kepedulian Gereja Santo Petrus Jadi Semangat bagi Petugas Kebersihan |
|
|---|
| Pelat Jembatan Setono Pekalongan Ambles, DPUPR Lakukan Perbaikan Cepat |
|
|---|
| Cegah Campak, Dinkes Kota Pekalongan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi MR Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250207_Wali-Kota-Pekalongan-Achmad-Afzan-Arslan-Djunaid_1.jpg)