Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Purbalingga

FGS ke-8 di Purbalingga, Kades Serang Sebut Pedagang Bisa Omset Hingga 3 Juta Rupiah Per Hari 

Festival Gunung Slamet (FGS) merupakan sebuah event unggulan pariwisata Jawa Tengah

Tayang:
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Farah Anis Rahmawati
TARGET FGS: Sugito, Kepala Desa Serang, dijumpai usai rangkaian kegiatan pembukaan FGS ke-8 di obyek wisata D'Las Serang, Jumat (4/7/2025).  Sugito, optimis untuk mentargetkan sebanyak 50 ribu pengunjung ke acara ini.  

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA — Festival Gunung Slamet (FGS) merupakan sebuah event unggulan pariwisata Jawa Tengah

Saat ini event tersebut kembali digelar untuk yang ke-8 kalinya di obyek wisata D'Las Serang, Purbalingga.

Dengan dibukanya kegiatan ini, Kepala Desa Serang, Sugito, optimis untuk mentargetkan sebanyak 50 ribu pengunjung ke acara ini. 

"Tahun lalu kunjungan ke FGS mencapai 43 ribu pengunjung. Sehingga kami targetkan tahun ini bisa meningkat menjadi 50 ribu pengunjung," jelasnya kepada Tribunbayumas.com, Jumat (4/7/2025). 

Baca juga: Festival Gunung Slamet ke-8 Hadirkan 22 Negara, Pecahkan Rekor MURI 8.888 Nasi 3G dan Trail Run

Menurutnya, dengan meningkatnya jumlah pengunjung tentunya hal ini memiliki dampak yang positif, khususnya bagi perekonomian masyarakat.

Sugito menyatakan, sebelum adanya festival ini penghasilan tenant mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta saja. 

"Namun dengan adanya kunjungan wisata di festival, pendapatan tenant per harinya bisa meningkat, mulai dari Rp 3 juta hingga 3,5 juta per hari," katanya. 

Sementara itu, salah satu pedagang di obyek wisata D'Las, Warsum, menyatakan dibanding hari-hari biasa, saat ini penjualannya cukup mengalami peningkatan. 

"Mungkin karena lebih banyak pengunjung baik dari daerah sini ataupun wisatawan dari daerah lain yang jadi satu, sehingga penghasilan jadi lebih meningkat," ujarnya.  

Meski mengalami peningkatan, ia menyatakan tidak menaikan harga sayuran yang ia jual. 

"Harganya tetap sama, mau rame di hari biasa atau hari Minggu harga tetap sama," ucapnya. 

Ia pun berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membuat Desa Serang lebih dikenal oleh banyak orang, sehingga dapat terus memajukan perekonomian masyarakat seperti dirinya di Desa Serang.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved