Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Akhirnya, RSUD Samin Surosentiko Randublatung Blora Bisa Layani Pasien BPJS Kesehatan

Mulai 7 Juli 2025, RSUD Samin Surosentiko Randublatung Kabupaten Blora telah resmi melayani pasien BPJS Kesehatan.

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/M IQBAL SHUKRI
LAYANAN BPJS - Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pati dan RSUD Samin Surosentiko di Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (7/7/2025). RSUD Randublatung ini secara resmi bisa melayani pasien BPJS per 7 Juli 2025. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - RSUD Samin Surosentiko melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kantor BPJS Kesehatan Cabang  Pati, di Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (7/7/2025).

Dengan begitu, per 7 Juli 2025, RSUD Samin Surosentiko Blora sudah bisa melayani pasien BPJS Kesehatan.

Hal itu menjadi angin segar bagi warga Blora, khususnya Blora bagian selatan.

Baca juga: Rapat Paripurna DPRD Blora, Dua Raperda Strategis Disetujui dan PAW Anggota Dewan

Baca juga: Penerimaan Pajak Kendaraan di Samsat Blora Tembus Rp 31 M dalam 3 Bulan, Didorong Program Pemutihan

Bupati Blora, Arief Rohman berpesan, dengan telah dilakukan PKS RSUD Samin Surosentiko Randublatung dengan BPJS, diharapkan warga di Blora selatan, akan terlayani maksimal di bidang kesehatan

Menurut Bupati Arief, saat ini populasi penduduk di Kecamatan Randublatung nomor dua di Blora, setelah Kecamatan Blora Kota, disusul Cepu.  

"Mudah-mudahan ini langkah maju, hadirnya RSUD Samin Surosentiko bisa memberi layanan maksimal bagi warga di Bora selatan," katanya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Wahyu Giyanto di sela-sela penandatanganan PKS mengemukakan, pada Juli ini tampaknya bulan yang istimewa bagi jajarannya. 

Bersamaan PKS dengan RSUD  Randublatung, juga ulang tahun ke 57 BPJS Kesehatan.  

''Kalau begini saya merinding."

"Karena dengan perjanjian kerja sama ini, bertambah di persoalan pelayanan ke warga masyarakat."

"Jika sampai warga tidak terlayani, saya selaku kepala pasti yang akan bertanggungjawab,'' kata Wahyu.

Disebutkan, setelah PKS tersebut, RSUD Randublatung harus memberi layanan terbaik bagi 81.000 warga di Kecamatan Randublatung dan 51.000 warga di Kecamatan Jati. 

Setelah ini, lanjut Wahyu, dengan keberadaan 4 dokter spesialis di RSUD Randublatung, ke depan tidak ada lagi masyarakat atau cerita  orang melahirkan di jalan.

Tidak ada lagi cerita warga sakit di rumah.

''Jangan ada orang sakit di rumah, orang sakit ya di rumah sakit."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved