Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Viral Sampah Jadi Pembatas Jalan di Kota Pekalongan, Wali Kota Aaf: Fasilitas Ada. . .

Foto tumpukan sampah yang dijadikan pembatas jalan di kawasan traffic light Bendo, Kecamatan Pekalongan Selatan viral di media sosial

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muslimah
Istimewa
VIRAL SAMPAH - Screenshot foto yang memperlihatkan sampah jadi pembatas, di traffic light Bendo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Foto tumpukan sampah yang dijadikan pembatas jalan di kawasan traffic light Bendo, Kecamatan Pekalongan Selatan viral di media sosial.

Unggahan ini terdapat di akun medsos Instagram @beritapekalongan1 pada 4 hari yang lalu.

Di akun tersebut diberikan caption 'Ahhh ya kaningoyo ahh.. sampahe biso ngasi mentengah ndalan, malah ditoto ng sela2 cone bangjo bendo nehm"

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyayangkan perilaku warga yang membuang sampah sembarangan.

Padahal fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sudah tersedia di dekat lokasi kejadian.

WALI KOTA AAF - Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat menanggapi viralnya sampah jadi pembatas jalan di traffic light Bendo. Pihaknya menyayangkan, perilaku warga yang membuang sampah sembarangan, padahal fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sudah tersedia di dekat lokasi kejadian.
WALI KOTA AAF - Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat menanggapi viralnya sampah jadi pembatas jalan di traffic light Bendo. Pihaknya menyayangkan, perilaku warga yang membuang sampah sembarangan, padahal fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sudah tersedia di dekat lokasi kejadian. (Istimewa)

"Fasilitasnya sudah ada. TPST Kuripan Kertoharjo itu hanya berjarak tidak jauh dari lokasi sampah itu ditemukan. Artinya, ini bukan soal ketiadaan sarana, tapi persoalan kesadaran masyarakat yang kurang," ujar Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan, Kamis (10/7/2025).

Baca juga: Wali Kota Pekalongan Aaf Prihatin, Warga Masih Kurang Sadar Kelola Sampah

Menurutnya, TPST Kuripan Kertoharjo merupakan salah satu pusat pengelolaan sampah terbesar di Pekalongan, dan menjadi yang pertama di wilayah selatan kota.

Ia menegaskan, bahwa pemerintah daerah telah berkomitmen penuh dalam penyediaan infrastruktur penanganan sampah.

"Kami dari pemerintah sudah siapkan tempat dan sistemnya. Tapi kalau masyarakat masih membuang sampah sembarangan, ini jadi tantangan besar. Edukasi harus terus dilakukan," ujarnya.

Aaf menyebut, kejadian viral ini mencerminkan masih kurangnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pihaknya mengimbau, agar masyarakat tidak lagi mengandalkan pemerintah semata dalam persoalan sampah.

"Penanganan sampah tidak bisa hanya dari pemerintah. Warga harus ikut ambil bagian, mulai dari memilah sampah, membuang di tempat yang tepat, sampai ikut mengedukasi lingkungan sekitar," tegasnya.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi warga yang telah mulai mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.

Menurutnya, inisiatif semacam itu perlu didukung dan diperluas ke lebih banyak wilayah.

"Kita sudah melihat banyak warga yang sadar dan mulai memilah sampahnya sendiri. Ini contoh baik yang perlu kita perkuat," ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Pekalongan berencana memperluas program edukasi lingkungan melalui sekolah, komunitas, dan tokoh masyarakat.

Aaf berharap, gerakan bersama dalam pengelolaan sampah dapat tumbuh lebih kuat, sehingga kota Pekalongan bisa menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk semua. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved