Berita Blora
Bupati Blora : "Kenapa menangis?" Siti Kalimah hanya Tertunduk
Penerimaan siswa-siswi baru yang digelar di Pendopo Kabupaten Blora, diwarnai rasa haru, Rabu (16/7/2025).
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Penerimaan siswa-siswi baru yang digelar di Pendopo Kabupaten Blora, diwarnai rasa haru, Rabu (16/7/2025).
Bupati Blora, Arief Rohman, mengumpulkan seluruh siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora, beserta orang tuanya di Pendopo Kabupaten.
Salah satu orang tua siswa, Kalimah, tiba-tiba menangis saat ditanya oleh Bupati Arief.
"Kenapa menangis?" tanya Bupati Arief.
Kemudian, Kalimah, menjawab pertanyaan Bupati Arief, sembari meneteskan air mata.
"Terharu pak. Sangat senang, karena sudah dibantu," tutur warga Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, itu, sambil mengusap air matanya.
Bupati Arief kembali memberikan pertanyaan, alasan mengizinkan sang anak ikut program Sekolah Rakyat.
"Kenapa nggih putranya diikutkan program sekolah rakyat ini karena apa? Bukannya kalau di rumah itu bisa membantu orang tua?"
"Tapi ini kalau di sekolah rakyat kan harus nginep di sana, jenengan ditinggal anake sekolah ke asrama niku pripun? Motivasinya mengizinkan anaknya ikut sekolah rakyat ini apa?," tanya Bupati Arief.
Kalimah, kembali menjawab dengan lantang, alasan ia rela berpisah dengan anaknya.
"Biar mandiri, biar bisa mencapai cita-citanya, karena kemampuan saya terbatas," tuturnya.
Selanjutnya, Kalimah, mengucapkan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Sekolah Rakyat yang telah dihadirkan.
"Terimakasih Pak Prabowo, karena sudah membantu kami," ucapnya.
Bupati Arief Rohman, berpesan kepada Kalimah dan orang tua lainnya, untuk terus mendoakan kepada anak-anaknya yang melanjutkan pendidikan di SRMA 18 Blora.
"Yang penting anak-anaknya didoakan ya, diikhlaskan, agar anak-anak betah tinggal di asrama," paparnya.
| Kronologi Pria Tewas Kehabisan Darah Karena Kena Mesin Gerinda saat Sedang Bekerja di Blora |
|
|---|
| Sudah Diterapkan Sejak 2024, Pembayaran Parkir dengan QRIS di Blora Masih Kurang Efektif |
|
|---|
| Fenomena Tanah Gerak di Desa Kemiri Blora, Empat Rumah Warga Rusak, Pemilik Mengungsi |
|
|---|
| Kriteria Warga Layak Terima Bantuan Rehab RTLH di Blora, Dinrumkimhub: Kami Utamakan Aspek Keamanan |
|
|---|
| Turap Kayu Belum Cukup, Fenomena Tanah Gerak di Tunjungan Blora Butuh Solusi Jangka Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250716-SEKOLAH-RAKYAT-BLORA.jpg)