Berita Jateng
Ketua DPRD Jateng Minta Agar Menelusuri Beras Oplosan
Sejumlah pihak soroti temuan Kementerian Pertanian RI (Kementan) sebanyak 212 merek beras yang diduga dioplos.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG -- Sejumlah pihak soroti temuan Kementerian Pertanian RI (Kementan) sebanyak 212 merek beras yang diduga dioplos.
Ketua DPRD Jateng, Sumanto menuturkan hingga saat ini belum menemukan beras oplosan di wilayahnya.
Namun pihaknya menelusuri kebenaran dugaan tersebut, terutama terhadap merek-merek yang telah diumumkan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
“Saya belum mendapatkan laporan, tapi dari segi Pak Menteri menyampaikan, itu jadi perhatian, termasuk Jawa Tengah, agar menindak lanjuti.
Mungkin dari DPRD ke bawah, menyisir mungkin ada beberapa merek-merek yang gak sesuai standar itu perlu ditindaklanjuti bersama," ujarnya saat ditemui di Gedung Merah Putih BPKAD Provinsi Jateng, Kota Semarang, Rabu (16/7/2025).
Sumanto meminta kepada masyarakat agar teliti saat membeli beras yang beredar di pasaran. Masyarakat juga diminta untuk menanyakan jika menemukan kejanggalan terhadap merek beras.
"Intinya teliti sebelum membeli," ujarnya.
Ia mengatakan hingga saat ini belum menerima informasi terkait temuan beras oplosan di pasaran, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Dia meminta agar dilakukan penyisiran langsung untuk memastikan tidak ada konsumen yang dirugikan.
“DPRD belum ke sana, itu harus tetap ditindak lanjut, karena itu bisa merugikan konsumen,” tuturnya.
Pada lokasi yang sama Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Tengah (BPD HIPMI Jateng) yang juga ikut menanggapi temuan Kementan.
Ketua Umum BPD Hipmi Jateng, Teddy Agung Tirtayadi menuturkan temuan itu tidak berdampak terhadap anggotanya menjalankan usaha beras. Dia meyakinkan bahwa anggotanya yang usaha beras selalu mengutamakan kualitas.
"Kami kuatkan branding kami, harusnya kami bisa bersaing,” tuturnya
Teddy mengungkap pengusaha beras yang tergabung dalam organisasinya sangat banyak di Jateng. Potensi daerah penghasil beras terbesar di Jateng pun menjadi fokusnya.
“Pengusaha beras dari Hipmi banyak banget sebetulnya, tapi di sini kami meningkatkan potensi daerah ya," tuturnya.
| Kerja Sama Jateng–Jepang Siap Naik Level, Pekerja Akan Dilatih Jadi Manajer |
|
|---|
| Besok Operasi Modifikasi Cuaca Berakhir, 2.011 Korban Banjir Kudus Masih Tinggal di Pengungsian |
|
|---|
| Kabar Gembira! Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Siap Mengaspal pada 2027 |
|
|---|
| Pengangkatan Pegawai SPPG menjadi PPPK Mancing Kecemburuan, BKD Jateng: Sepenuhnya Urusan BGN |
|
|---|
| Sumbang Rp11,3 Triliun, Industri Alas Kaki Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Jawa Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250716-sumanto.jpg)