Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Pemprov Jateng Bakal Cari Negara Tujuan Ekspor Selain Amerika Serikat

Pemprov Jateng upayakan cari negara tujuan ekspor selain Amerika Serikat setelah adanya kebijakan tarif resiprokal.

Tayang:
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
PABRIK OLAHAN IKAN - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meninjau pabrik pengolahan produk perikanan PT Muria Bahari Indonesia (MBI), di Kabupaten Kudus, Rabu (16/7/2025). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pemprov Jateng upayakan cari negara tujuan ekspor selain Amerika Serikat setelah adanya kebijakan tarif resiprokal.

Sekretaris Disperindag Provinsi Jateng, Linda Widiastuti Ariningrum mengatakan sebelum diterapkan tarif resiprokal pada periode Januari hingga Mei 2025 ekspor tertinggi Jawa Tengah  yakni Amerika Serikat.

Kontribusi ekspor ke Amerika serikat selama periode itu sebesar 55,79 persen.

Baca juga: UMKM Pengolahan Ikan Bandeng Kini Mampu Tingkatkan Produksi Setelah Dapat Pendampingan

"Ini  meningkat sebesar 17,72 persen jika dibandingkan periode sama tahun 2024," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (16/7/2025).

Linda mengatakan komoditas tertinggi Amerika Serikat pada periode tersebut adalah pakaian jadi bukan rajutan.

Kemudian barang rajutan, barang dari kulit, alas kaki, perabotan penerangan, dan rumah.

"Kalau untuk Jawa Tengah secara umum lima besarnya adalah pakaian dengan aksesorisnya, alas kaki, pakaian aksesoris non rajutan, barang-barang dari kayu, barang-barang dari kulit samak," jelasnya.

Linda juga telah melakukan interview kepada sejumlah pelaku usaha adanya kebijakan Donald Trump mengenai tarif resiprokal. Hingga bulan Mei 2025 tidak ada perubahan order dari Amerika Serikat.

"Hal ini dibuktikan kinerja ekspor kita sampai bulan Mei 2025 meningkat 17,72 persen artinya sampai bulan Mei masih berjalan," tuturnya.

Namun untuk periode berikutnya, Kata Linda, pelaku usaha masih menunggu perkembangan. Sebab untuk perusahaan besar ekspor bersifat pesanan. 

"Setelah adanya kebijakan itu mereka (pengusaha) belum bisa menjawab, kami akan segera lakukan survei," ujarnya.

Linda mengatakan Disperindag Jateng berupaya melakukan identifikasi untuk menghadapi kebijakan tarif resiprokal. Pihaknya akan mencari negara- negara potensi tujuan ekspor,

"Selain Amerika Serikat urutan kedua Jepang mencapai 8,26 persen, Tiongkok mencapai 4,47 persen, Belanda, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, India, Kanada dan lain sebagainya," tuturnya.

Pihaknya mempunyai tugas mendorong pelaku ekspor untuk melakukan diversifikasi pasar yaitu keluar dari pasar-pasar yang menjadi tujuan ekspor. 

Disperindag akan memfasilitasi untuk membantu mencari peluang pasar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved