Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

2 Pendaki Asing Jatuh di Rinjani dalam 2 Hari Berturut-turut, Ini Kronologi dan Kondisi Mereka

Fakta lengkap dua pendaki asing jatuh di Gunung Rinjani. Mulai dari kronologi peristiwa, upaya penyelamatan hingga kondisi terkini keduanya

Editor: muslimah
tribunnews.com
GUNUNG RINJANI - Menurut pemandu lokal, Agam Haris, pemula tetap bisa mencoba mendaki Rinjani asalkan didampingi pemandu profesional dan mengikuti semua protokol keselamatan. Idealnya, satu pemandu mendampingi tiga orang pendaki. 

TRIBUNJATENG.COM - Fakta lengkap dua pendaki asing jatuh di Gunung Rinjani.

Mulai dari kronologi peristiwa, upaya penyelamatan hingga kondisi terkini keduanya.

Jatuhnya pendaki asing di Rinjani terjadi selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada Rabu (16/7/2025) dan Kamis (17/7/2025). 

Pada hari Rabu (16/7/2025), pendaki asal Swiss bernama Benedikt Emmenegger (46) jatuh terperosok di jalur Pelawangan sebelum Danau Segara Anak.

Sedangkan pada Kamis (17/7/2025), pendaki asal Belanda bernama Sarah van Hulten (26) jatuh tergelincir di jalur Pelawangan ketika menuju Danau Segara Anak.

Baca juga: Fakta Baru Hasil Autopsi Ke-3 Juliana Marins, Masih Hidup 32 Jam di Rinjani

Dikutip dari Instagram resmi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTN GR), kedua korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat menggunakan helikopter.

Lantas, bagaimana kronologinya?

Kronologi pendaki Swiss jatuh di Rinjani

Merujuk Instagram resminya, BTN GR mendapatkan informasi seorang pendaki asing asal Swiss bernama Benedikt Emmenegger terjatuh pada Rabu (16/7/2025) pukul 11.25 Wita.

Korban teregistrasi mulai mendaki pada Selasa (15/7/2025) melalui pintu pendakian Sembalun.

Emmenegger terjatuh di jalur Pelawangan, berjarak 25 menit sebelum jembatan besi ke arah Danau Segara Anak.

Tim BTN GR dan Edelweiss Medical Health Center (EHMC) segera mempersiapkan dan mengumpulkan peralatan evakuasi serta logistik.

Mereka pun segera bergerak menuju lokasi kejadian.

Pada pukul 11.59 Wita, pihaknya mendapatkan informasi baru bahwa ada salah satu pendaki dari kelompok lain yang berprofesi sebagai dokter.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan cek kondisi korban, menyarankan agar evakuasi menggunakan helikopter atau evakuasi udara,” bunyi keterangan BTN GR.

Hal itu karena dikhawatirkan terjadi pendarahan apabila evakuasi dilakukan secara manual.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved