Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

2 Pendaki Asing Jatuh di Rinjani dalam 2 Hari Berturut-turut, Ini Kronologi dan Kondisi Mereka

Fakta lengkap dua pendaki asing jatuh di Gunung Rinjani. Mulai dari kronologi peristiwa, upaya penyelamatan hingga kondisi terkini keduanya

Editor: muslimah
tribunnews.com
GUNUNG RINJANI - Menurut pemandu lokal, Agam Haris, pemula tetap bisa mencoba mendaki Rinjani asalkan didampingi pemandu profesional dan mengikuti semua protokol keselamatan. Idealnya, satu pemandu mendampingi tiga orang pendaki. 

Pihak perusahaan helikopter pun dihubungi pada pukul 13.51 Wita, untuk melakukan evakuasi udara terhadap Emmenegger.

Sekitar pukul 16.00 Wita, diinformasikan bahwa helikopter sudah diterbangkan dan dalam perjalanan menuju lokasi.

Helikopter pun berhasil mendarat pada lokasi yang telah disiapkan di Gunung Rinjani pada pukul 16.44 Wita.

Korban segera dievakuasi menuju helikopter.

Kemudian pada pukul 17.00 Wita, helikopter berhasil lepas landas dan korban langsung diterbangkan ke Denpasar, Bali.

“Pukul 17.40 Wita, korban tiba di Denpasar, selanjutnya dengan mempergunakan ambulans korban dibawa ke RS BIMC Kuta Bali,” ungkap BTN GR.

Berdasarkan keterangan dokter di ambulans, korban mengalami patah tulang di beberapa bagian, pendarahan di sekitar mata, serta lebam-lebam akibat benturan.

Kronologi pendaki Belanda jatuh di Rinjani

Masih mengacu Instagram resminya, BTN GR memperoleh informasi seorang pendaki berkewarganegaraan Belanda bernama Sarah van Hulten jatuh pada Kamis (17/7/2025) pukul 13.08 Wita.

Korban teregistrasi mulai mendaki pada Rabu (16/7/2025) melalui pintu pendakian Sembalun.

Van Hulten dilaporkan terjatuh di di kedalaman 20-30 meter, sekitar 50 meter sebelum jembatan menuju ke arah Danau Segara Anak.

 Pihak BTN GR dan EMHC pun segera menyiapkan proses keperluan yang dibutuhkan untuk mengevakuasi korban.

Pukul 14.00 Wita, guide-nya menginformasikan bahwa korban diperkirakan mengalami patah tulang di bagian leher.

Petugas BTN GR pun juga sudah mencapai lokasi kejadian.

“Korban mengalami patah leher dan pendarahan di kepala namun dalam kondisi sadar, namun sangat berisiko untuk dilakukan evakuasi manual atau darat,” bunyi penjelasan BTN GR.

Pukul 14.56 Wita, BTN Gr melakukan koordinasi dengan perusahaan helikopter untuk mengevakuasi korban.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved