Berita Slawi
Kampung Batik Giriloyo, Wisata Edukasi Batik Tulis Khas Imogiri Bantul
Kampung Batik Giriloyo di Imogiri, Bantul tawarkan wisata edukatif membatik tulis klasik khas keraton yang digemari wisatawan lokal dan mancanegara.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Berwisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta sekarang ini tidak hanya menikmati Malioboro, suasana perkotaan, wisata sejarah ataupun kulineran saja tapi ada pilihan lain yang tidak kalah seru yakni belajar membatik khususnya tulis.
Satu lokasi yang bisa jadi rujukan yaitu Kampung Batik Giriloyo, Desa Wisata Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mulai beroperasi pada tahun 2009, pengelola Kampung Batik Giriloyo merupakan warga setempat yang mayoritas bisa membatik karena sudah turun temurun.
Bahkan membatik sudah ada dan dilakukan oleh warga Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul sejak abad 17.
Informasi tersebut diceritakan oleh salah satu Pengelola Kampung Batik Giriloyo, Desa Wisata Wukirsari, Wasikhatun atau yang kerap disapa Ika kepada wartawan saat melakukan kunjungan dan belajar membatik di lokasi, pada Selasa (22/7/2025).
Ika menceritakan batik yang menjadi ciri khas Kampung Batik Giriloyo, Desa Wisata Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul yakni konsep tradisional atau klasik peninggalan keraton dan motif khusus dari Giriloyo bernama batik Srigunggu.
Bahkan motif batik Srigunggu ini sudah dipatenkan.
"Di Kampung Batik Giriloyo, Desa Wisata Wukirsari ini memang khusus batik tulis. Hal itu sesuai instruksi dari Kanjeng Sultan Hamengkubuwana," cerita Ika, pada Tribunjateng.com.
Pengunjung yang datang ke Kampung Batik Giriloyo, Desa Wisata Wukirsari tidak hanya warga lokal Yogyakarta saja ataupun Indonesia tapi banyak juga yang berasal dari luar negeri.
Terbaru wisatawan asing pertukaran mahasiswa asal Afrika, Ghana, Afrika Barat semuanya belajar membatik.
Ada juga wisatawan dari Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Tiongkok dan masih banyak lagi.
Selain program pertukaran mahasiswa atau pelajar, wisatawan asing yang datang ke Kampung Batik Giriloyo mayoritas datang secara individu.
Ika menerangkan, bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Kampung Batik Giriloyo sistemnya ada semacam paket yang bisa booking atau pesan terlebih dahulu.
Semisal langsung ke lokasi dengan jumlah banyak orang maka Ika menyarankan lebih baik survei dahulu.
"Kami ada paket terkecil untuk lima orang harga Rp250 ribu sudah termasuk belajar membatik dan hasilnya dibawa pulang. Fasilitas ada kain untuk media membatik, pewarnaan, canting dan pengerjaan.
| RSUD dr. Soeselo Tegal Dapat Anggaran DBHCHT Rp650 juta, Digunakan Pembelian Alkes Pasien Paru-paru |
|
|---|
| Bupati Ischak Gelar Silaturahmi dan Doa Bersama, Ajak Bersatu untuk Kabupaten Tegal Luwih Apik |
|
|---|
| Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Soroti Kasus HIV/AIDS, Sebut Tak Bisa Dianggap Remeh |
|
|---|
| Bupati Tegal Ischak Ikut Berkurban Sapi, Berharap Distribusi Daging Tepat Sasaran |
|
|---|
| BPK dan DPR RI Ajak 300 Pelaku UMKM Tegal Raya Melek Akuntabilitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250722-BELAJAR-MEMBATIK.jpg)