Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Kasus Emas Lansia Jepara Jadi Mainan, Polisi Periksa Anak Korban

Polisi selidiki kasus emas lansia Jepara yang berubah jadi mainan. Keluarga dan toko emas akan diperiksa untuk ungkap kebenaran.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG/TITO ISNA UTAMA.
PASANGAN LANSIA - Pasangan Lansia Suhadi (80) dan Sukarti (75) warga RT 02 RW 02 Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang kehilangan emas berubah menjadi emas mainan atau palsu. POLISI - Suasana anggota Polsek Kedung melakukan olah TKP Pasangan Lansia Suhadi (80) dan Sukarti (75) warga RT 02 RW 02 Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang kehilangan emas berubah menjadi emas mainan atau palsu. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Polsek Kedung, Kabupaten Jepara sampai saat ini masih mendalami kasus pasangan lansian di RT 2 RW 2 Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, yang kehilangan perhiasannya berubah menjadi mainan.

Diketahui sebelumnya, emas pasangan lansian tersebut seberat 50 gram tiba-tiba berubah menjadi emas palsu atau mainan.

Kapolsek Kedung, AKP Dasiyo mengatakan saat ini pihaknya sudah memintai keterangan dari kedua orang saksi.

Saksi tersebut yaitu, nenek Sukarti dan keponakannya.

Kedepannya kata dia, akan melanjutkan pemeriksaan kepada saudara Sukarti yang lain, termasuk dua anak dari Nenek Sukarti yang berada tinggal di Kabupaten Jepara.

Diketahui Sukarti memiliki lima anak, namun hanya tiga anaknya memilih hidup di perantauan atau tinggal di luar Kabupaten Jepara.

“Dua anaknya yang tinggal di Jepara nanti akan kami mintai keterangan. Itu sebagai langkah pengembangan penyelidikan kasus ini,” kata AKP Dasiyo kepada Tribunjateng, Kamis (24/7/2025).

Selain itu, polisi juga akan memintai keterangan kepada toko emas yang menyatakan bahwa perhiasan tersebut palsu alias mainan. 

Saat ini, polisi juga sudah mengamankan beberapa barang bukti seperti kwitansi pembelian emas yang dimiliki nenek Sukarti. 

Sementara untuk perhiasaan milik Sukarti kata dia, lebih baik untuk disimpan dengan baik.

“Barang bukti perhiasan sudah kami foto. Kami minta disimpan korban saja.

 Tapi nanti kalau sewaktu-waktu kami butuh untuk proses penyelidikan, bisa kami minta untuk keperluan pengungkapan kasus tersebut,” ungkapnya. (Ito)

Baca juga: Mengerikan! Barang Bukti Safiq Predator Seks Jepara dalam Beraksi yang akan Segera Disidangkan

Baca juga: Dua Pelajar SMP jadi Korban Kecelakaan di Jalan Pantura Kudus-Pati

Baca juga: Gimbal Unik Bak Konde, Gadis Kecil Kalikajar Ikuti Ruwatan saat Momentum Hari Jadi Wonosobo 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved