Berita Semarang
Pendidikan Hukum di Era Baru, Undip Tegaskan Komitmen Terhadap Keadilan
Universitas Diponegoro (Undip) melalui Fakultas Hukum menegaskan kembali peran strategis dunia pendidikan dalam menciptakan
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Diponegoro (Undip) melalui Fakultas Hukum menegaskan kembali peran strategis dunia pendidikan dalam menciptakan pembaruan hukum yang selaras dengan kebutuhan masyarakat modern.
Hal ini tercermin dalam gelaran Seminar Nasional bertema “Menyongsong Pembaharuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) melalui Penguatan Peran Kejaksaan dalam Mewujudkan Integritas Sistem Peradilan Pidana Indonesia” yang dihelat Kamis, (24/7/2025) di Kampus Undip Tembalang, Semarang.
Seminar ini bertujuan untuk membahas isu penting terkait dengan pembaruan KUHAP dan penguatan peran kejaksaan dalam sistem peradilan pidana Indonesia.
Topik utama yang dibahas adalah peran kejaksaan sebagai institusi penuntut umum yang memiliki posisi strategis dalam proses peradilan pidana di Indonesia.
Kejaksaan diharapkan bisa lebih efektif dalam mendukung tercapainya keadilan di masyarakat.
Kolaborasi antara Fakultas Hukum Undip dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah juga menjadi wujud pentingnya sinergi antara dunia akademik dan institusi penegak hukum.
Dekan Fakultas Hukum Undip, Retno Saraswati, menekankan pentingnya diskusi lintas perspektif dalam upaya memperkuat sistem peradilan.
"Kami berharap diskusi ini dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai penguatan peran kejaksaan dalam sistem peradilan pidana Indonesia, serta tantangan dan peluang yang mungkin dihadapi oleh institusi tersebut di masa depan," ujarnya.
Rektor Undip, Suharnomo, dalam sambutannya menegaskan pentingnya integritas keilmuan dan komitmen akademik sebagai fondasi pendidikan hukum yang berkualitas.
"Undip punya rekam jejak panjang dalam mencetak lulusan terbaik, termasuk dari Fakultas Hukum yang secara konsisten diakui secara nasional," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan tentang pentingnya etika dalam menyampaikan pendapat.
"Kita boleh bicara apa saja, tapi jangan sombong, jangan iri, dan tetap jaga hormat.
Yang terpenting adalah kepakaran expertise yang harus menjadi dasar setiap pendapat," tegasnya.
Dalam konteks ini, Rektor menyinggung betapa era modern sering kali menampilkan 'pakar instan' tanpa proses keilmuan yang mendalam.
Ia menyayangkan fenomena selebritas intelektual yang lebih mengandalkan popularitas dibandingkan substansi ilmiah.
| Detik-detik Mencekam Tawuran Remaja Bawa Kayu 3 Meter di Semarang |
|
|---|
| Respons Wali Kota Semarang Soal Wacana Relokasi Warga Tanah Gerak Jangli |
|
|---|
| Pemkot Sebut Bakal Perbaiki Rumah Terdampak Puting Beliung Melalui Program RTLH |
|
|---|
| Cerita Pasutri Produsen Keripik Chimu, Produknya Masuk 50 Gerai Alfamart di Semarang |
|
|---|
| Biaya Haji 2026 Kota Semarang Rp86,4 Juta, Jemaah Hanya Bayar Bipih Rp53,2 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250724_Suharnomo.jpg)