Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sekda Laporkan Admin Instagram

Admin Akun Instagram Dinas Kegelapan Dilaporkan ke Polres Semarang, Dituding Sebarkan Hoaks

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, mengambil langkah menghadapi tudingan miring yang menyeret nama dia.

|
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rival al manaf
(TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV)
LAPOR POLISI - Sekda Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto mendatangi Mapolres Semarang, Rabu (30/7/2025). Dia melaporkan tentang unggahan akun Instagram @dinaskegelapan_kaptensemarang yang menuding adanya pengumpulan dana dari perangkat daerah dan kecamatan untuk membeli hadiah pensiun dirinya. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, mengambil langkah menghadapi tudingan miring yang menyeret nama dia.

Djarot mendatangi Mapolres Semarang di Ungaran Barat untuk melaporkan unggahan akun Instagram yang dituding menyebarkan hoaks dan mencemarkan nama baiknya, Rabu (30/7/2025) sore.

Langkah hukum itu dilakukan sebagai respons atas unggahan akun Instagram @dinaskegelapan_kaptensemarang, yang pada Selasa (29/7/2025), menuding adanya pengumpulan dana dari perangkat daerah dan kecamatan untuk membeli hadiah pensiun berupa sepeda motor Yamaha NMAX dan karikatur untuk Sekda. 

Baca juga: Jeritan Orang Tua di Balik Atap Roboh SDN Kawengen 02 Semarang, Anak Lelah dan Ngaji Terlantar

Baca juga: Dirjen Pendis Hadiri Seminar di UIN Saizu, Bahas Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi

Unggahan itu juga menyertakan potongan surat, rincian iuran minimal Rp600.000 per perangkat daerah, nomor rekening tujuan transfer, dan batas waktu pengumpulan dana.

Djarot menyebut informasi itu tidak berdasar, menyesatkan, dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap dirinya sebagai pejabat dan pemimpin ASN di Kabupaten Semarang.

“Unggahan itu merusak nama baik saya, baik secara kedinasan maupun pribadi. 

Sebagai Sekda, saya dituntut jadi panutan dan pengayom dan kalau difitnah seperti ini, tentu akan menimbulkan ketidakpercayaan dari ASN yang saya pimpin,” kata Djarot seusai melayangkan laporan di Mapolres Semarang.

Dia menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak masuk akal.

Djarot menegaskan, dirinya sama sekali tidak mengetahui atau pernah memerintahkan pengumpulan dana semacam itu. 

Dia juga membuka diri untuk klarifikasi langsung jika pemilik akun berani menunjukkan diri.

“Demi Allah saya tidak tahu-menahu soal ini. Kalau memang ada pihak yang ingin klarifikasi, saya terbuka dan silakan, saya siap datang atau menerima kapan pun, di mana pun. 

Tapi jangan cuma melempar isu lalu sembunyi,” lanjut Djarot.

Menurut dia, unggahan tersebut tidak hanya menyerang nama baik, tetapi juga berpotensi menimbulkan keresahan di lingkungan ASN. 

Dia khawatir, isu tersebut bisa menimbulkan rasa saling curiga, tuduh-menuduh, hingga menciptakan ketidaknyamanan di birokrasi.

Dari sisi pribadi, Djarot mengaku terpukul. Keluarganya, termasuk anak, istri, dan cucu, ikut merasakan dampaknya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved