Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tsunami Jepang dan Rusia

BNPB: Tsunami Bisa Datang Tanpa Tanda, Warga Diminta Segera Menjauh dari Pantai

Menanggapi potensi ancaman tsunami ini, BNPB menyerukan kepada pemerintah daerah untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan

Tayang:
Penulis: Andra Prabasari | Editor: galih permadi
tribuncirebon
ILUSTRASI TSUNAMI - BNPB: Tsunami Bisa Datang Tanpa Tanda, Warga Diminta Segera Menjauh dari Pantai 

BNPB: Tsunami Bisa Datang Tanpa Tanda, Warga Diminta Segera Menjauh dari Pantai

TRIBUNJATENG - Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 8,7 mengguncang kawasan lepas pantai timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7/2025) pukul 08.25 waktu setempat (23.25 GMT). 

Gempa ini memicu peringatan tsunami untuk wilayah Asia-Pasifik, termasuk sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur.

Menurut analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang tsunami diperkirakan menjalar hingga ke perairan Indonesia dan berpotensi berdampak di beberapa daerah, antara lain:

Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara)

Halmahera Utara (Maluku Utara)

Wilayah utara Raja Ampat, Manokwari, dan Sorong (Papua Barat)

Biak Numfor dan Supiori (Papua)

Estimasi Waktu Kedatangan Gelombang Tsunami di Indonesia

BMKG memperkirakan gelombang tsunami setinggi sekitar 50 sentimeter akan mencapai wilayah Indonesia pada waktu berikut:

Kepulauan Talaud: Pukul 13.52 WIB

Halmahera Utara: Pukul 14.04 WIB

Manokwari: Pukul 14.08 WIB

Raja Ampat Utara: Pukul 14.18 WIB

Biak Numfor & Supiori: Pukul 14.21 WIB

Sorong Utara: Pukul 14.24 WIB

BNPB Imbau Warga Waspada

Menanggapi potensi ancaman tsunami ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerukan kepada pemerintah daerah untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di kawasan pesisir. 

Masyarakat juga dihimbau tidak berada di sekitar garis pantai satu jam sebelum hingga dua jam setelah waktu prediksi gelombang tiba.

Meskipun ketinggian gelombang tsunami diperkirakan hanya sekitar 50 cm, potensi bahayanya tetap tinggi. 

Berdasarkan catatan historis, gelombang tsunami Tohoku di Jepang tahun 2011 pernah menyebabkan korban jiwa di wilayah Teluk Youtefa, Papua, meski awalnya hanya diperkirakan setinggi 50 cm. 

Saat gelombang memasuki wilayah teluk, amplifikasi alami menyebabkan ketinggian meningkat hingga 3,8 meter.

Selain gelombang utama, gelombang susulan dengan kekuatan lebih besar juga berpotensi terjadi. 

Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak kembali ke pantai hingga benar-benar dinyatakan aman oleh otoritas.

Pemerintah Daerah Mulai Bertindak

BNPB, BMKG, Basarnas, dan pemerintah daerah terdampak telah menggelar rapat koordinasi nasional untuk menyiapkan skenario evakuasi dan penanganan darurat. 

Pemerintah daerah juga telah menerbitkan surat edaran ke seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menghentikan aktivitas di area pantai pada waktu yang telah ditentukan.

Hindari Hoaks

BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh isu-isu tidak berdasar dan hanya mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang seperti BNPB, BMKG, Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri.

Hari ini, Rabu (30/7), pukul 18.00 WIB, BNPB akan mengadakan rapat evaluasi lanjutan bersama seluruh pemangku kebijakan terkait untuk mengevaluasi peringatan dini dan langkah darurat yang telah diambil.

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved