Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Tsunami Rusia Berpotensi Hantam Indonesia, Warga Diminta Kosongkan Pantai Hingga Dua Jam

Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang wilayah lepas pantai timur Kamchatka

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Intisari
Ilustrasi tsunami 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang wilayah lepas pantai timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7) pukul 08.25 waktu setempat atau 23.25 GMT.

Guncangan kuat ini memicu peringatan tsunami untuk kawasan Asia-Pasifik, termasuk beberapa wilayah di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gelombang tsunami diprediksi menjangkau sejumlah wilayah pesisir Indonesia bagian timur.

Adapun daerah yang berpotensi terdampak antara lain Kepulauan Talaud (Sulawesi Utara), Halmahera Utara (Maluku Utara), bagian utara Raja Ampat, Manokwari dan Sorong bagian utara (Papua Barat), serta Biak Numfor dan Supiori (Papua).

BMKG menyebutkan tinggi gelombang tsunami diperkirakan mencapai sekitar 50 sentimeter.

Berdasarkan hasil analisis sementara, gelombang tersebut diprediksi tiba di:

Kepulauan Talaud sekitar pukul 13.52 WIB
Halmahera Utara pukul 14.04 WIB
Manokwari pukul 14.08 WIB
Raja Ampat bagian utara pukul 14.18 WIB
Biak Numfor dan Supiori pukul 14.21 WIB
Sorong bagian utara pukul 14.24 WIB

Menyikapi hal tersebut, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh pemerintah daerah khususnya di sejumlah wilayah terkait agar segera menyiapkan skenario peningkatan kesiapsiagaan masyarakat yang berada di wilayah pesisir.

Masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati wilayah garis pantai dalam periode satu jam sebelum hingga dua jam setelah pada waktu yang telah ditentukan.

Tsunami Setinggi 50 Sentimeter Dapat Membunuh

Perlu digaris bawahi bahwa meski ada potensi tsunami setinggi 50 sentimeter, namun hal itu dapat menghilangkan nyawa manusia.

Menurut catatan terdahulu, tsunami yang terjadi di Tohoku Jepang pada 2011 telah menyebabkan satu warga di Papua meninggal dunia tepatnya di teluk Youtefa.

Tsunami setinggi 50 sentimeter dapat beramplifikasi dan ketinggiannya berpotensi meningkat jika gelombangnya menerjang wilayah teluk.

Kejadian di teluk Youtefa, Papua menjadi bukti di mana pada saat itu dinyatakan bahwa gelombang tsunami Tohoku di Jepang akan menerjang wilayah Papua dengan ketinggian muka air 50 sentimeter, namun ketika gelombang memasuki wilayah teluk, tinggi gelombang meningkat menjadi 3,8 meter.

Di samping itu, hal yang juga harus diwaspadai adalah adanya gelombang tsunami susulan yang berpotensi lebih besar dan mungkin dapat merusak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved