Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dikembangkan di Semarang, Potensi Produksi Padi Biosalin Bisa Capai 126 Ton

Lahan pertanian pesisir Kota Semarang yang dikenal sulit ditanami akibat tingginya kadar garam akibat rob, kini menunjukkan hasil membaik.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
PEMKOT SEMARANG
PADI BIOSALIN - Lahan pertanian pesisir kawasan Mangunharjo, Kota Semarang. Inovasi padi biosalin dikembangkan Pemkot Semarang melalui kemitraan bersama BRIN dan beberapa perguruan tinggi maupun lembaga terkait. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lahan pertanian pesisir Kota Semarang yang selama ini dikenal sulit ditanami akibat tingginya kadar garam akibat rob, kini mulai menunjukkan hasil membaik.

Para petani yang selama bertahun-tahun berjuang melawan gagal panen, kini mulai menuai hasil berkat inovasi padi biosalin.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah menjelaskan, inovasi tersebut dikembangkan melalui kemitraan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan beberapa perguruan tinggi maupun lembaga terkait.

Baca juga: Bahaya TPA Ilegal di Brown Canyon Semarang, Walhi Jateng: Ancaman Kanker dan Polusi Air Tanah

Baca juga: Dua Mahasiswa Universitas Telogorejo Semarang Ikuti Summer Program di Hungkuang University Taiwan

Padi biosalin dirancang agar mampu tumbuh di lahan dengan kadar garam tinggi, sehingga dinilai cocok ditanam di wilayah pesisir utara Semarang yang kerap terdampak rob.

Shoti'ah mengatakan, pengembangan benih padi ini dipusatkan di wilayah pesisir dengan kadar salinitas, salah satunya di Kelurahan Mangunharjo.

Pengembangan benih biosalin dilakukan di lahan seluas 20 hektare di Kelurahan Mangunharjo.

"Dalam prosesnya, kami bermitra dengan BPSB agar hasil benih yang diproduksi mendapatkan sertifikasi resmi," katanya, Kamis (31/7/2025). 

Shoti'ah menyebutkan, pada musim tanam perdana, dari areal perbenihan seluas 2.000 hektare, menghasilkan 450 kilogram benih.

Sementara di musim tanam kedua, produksi meningkat menjadi 2.000 kilogram benih Biosalin 1 dan 1.550 kilogram Biosalin 2.

"Secara total, benih biosalin sudah dikembangkan di Kelurahan Mangunharjo seluas 20 hektare."

"Ke depan akan kami perluas ke Kelurahan Mangkang Wetan," katanya. 

Dia menyebutkan, potensi hasil gabah kering yang bisa diperoleh dari padi biosalin ini mencapai 126 ton, menjadikannya sebagai varietas yang sangat produktif.

Baca juga: Satria Pelajar SD Semarang Hidupkan Boneka Dengan Bercerita Hingga Meraih Banyak Piala

Baca juga: Spesifikasi dan Harga OTR Motor Listrik Tyranno di Kota Semarang, Jarak Tempuh 110 KM Sekali Charge

"Rata-rata produktivitas dari pengembangan 20 hektare mencapai 126 ton gabah."

"Ini menunjukkan bahwa Biosalin 1 dan 2 sangat potensial," tambahnya.

Dia memaparkan, keberhasilan di Mangunharjo membuka peluang ekspansi ke kawasan pesisir lain.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved