Berita Semarang
Dikembangkan di Semarang, Potensi Produksi Padi Biosalin Bisa Capai 126 Ton
Lahan pertanian pesisir Kota Semarang yang dikenal sulit ditanami akibat tingginya kadar garam akibat rob, kini menunjukkan hasil membaik.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lahan pertanian pesisir Kota Semarang yang selama ini dikenal sulit ditanami akibat tingginya kadar garam akibat rob, kini mulai menunjukkan hasil membaik.
Para petani yang selama bertahun-tahun berjuang melawan gagal panen, kini mulai menuai hasil berkat inovasi padi biosalin.
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah menjelaskan, inovasi tersebut dikembangkan melalui kemitraan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan beberapa perguruan tinggi maupun lembaga terkait.
Baca juga: Bahaya TPA Ilegal di Brown Canyon Semarang, Walhi Jateng: Ancaman Kanker dan Polusi Air Tanah
Baca juga: Dua Mahasiswa Universitas Telogorejo Semarang Ikuti Summer Program di Hungkuang University Taiwan
Padi biosalin dirancang agar mampu tumbuh di lahan dengan kadar garam tinggi, sehingga dinilai cocok ditanam di wilayah pesisir utara Semarang yang kerap terdampak rob.
Shoti'ah mengatakan, pengembangan benih padi ini dipusatkan di wilayah pesisir dengan kadar salinitas, salah satunya di Kelurahan Mangunharjo.
Pengembangan benih biosalin dilakukan di lahan seluas 20 hektare di Kelurahan Mangunharjo.
"Dalam prosesnya, kami bermitra dengan BPSB agar hasil benih yang diproduksi mendapatkan sertifikasi resmi," katanya, Kamis (31/7/2025).
Shoti'ah menyebutkan, pada musim tanam perdana, dari areal perbenihan seluas 2.000 hektare, menghasilkan 450 kilogram benih.
Sementara di musim tanam kedua, produksi meningkat menjadi 2.000 kilogram benih Biosalin 1 dan 1.550 kilogram Biosalin 2.
"Secara total, benih biosalin sudah dikembangkan di Kelurahan Mangunharjo seluas 20 hektare."
"Ke depan akan kami perluas ke Kelurahan Mangkang Wetan," katanya.
Dia menyebutkan, potensi hasil gabah kering yang bisa diperoleh dari padi biosalin ini mencapai 126 ton, menjadikannya sebagai varietas yang sangat produktif.
Baca juga: Satria Pelajar SD Semarang Hidupkan Boneka Dengan Bercerita Hingga Meraih Banyak Piala
Baca juga: Spesifikasi dan Harga OTR Motor Listrik Tyranno di Kota Semarang, Jarak Tempuh 110 KM Sekali Charge
"Rata-rata produktivitas dari pengembangan 20 hektare mencapai 126 ton gabah."
"Ini menunjukkan bahwa Biosalin 1 dan 2 sangat potensial," tambahnya.
Dia memaparkan, keberhasilan di Mangunharjo membuka peluang ekspansi ke kawasan pesisir lain.
| Kata Camat di Semarang yang Viral Tolak Tanda Tangani Berkas Warga, Jelaskan Kronologinya |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Rabu 3 Juni 2026: Cerah |
|
|---|
| Wali Kota Harap Gala Premiere "Jangan Buang Ibu" Inspirasi Sineas Muda Semarang |
|
|---|
| Viral Camat Tembalang Ogah Tanda Tangani Berkas Warga, Begini Klarifikasinya |
|
|---|
| PSEL Semarang Raya Tarik Minat 80 Investor, Dijadwalkan Segera Site Visit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250731-_-Lahan-Padi-Biosalin-Mangunharjo-Semarang.jpg)