Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dikembangkan di Semarang, Potensi Produksi Padi Biosalin Bisa Capai 126 Ton

Lahan pertanian pesisir Kota Semarang yang dikenal sulit ditanami akibat tingginya kadar garam akibat rob, kini menunjukkan hasil membaik.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
PEMKOT SEMARANG
PADI BIOSALIN - Lahan pertanian pesisir kawasan Mangunharjo, Kota Semarang. Inovasi padi biosalin dikembangkan Pemkot Semarang melalui kemitraan bersama BRIN dan beberapa perguruan tinggi maupun lembaga terkait. 

Salah satunya ke Kelurahan Mangkang Wetan yang ditargetkan seluas 13 hektare.

Menurutnya, daya adaptasi padi biosalin terhadap lahan salin menjadi alasan tingginya ketertarikan daerah lain.

"Sudah ada permintaan benih dari Kabupaten Jepara dan Cilacap."

"Ini menandakan bahwa inovasi dari Kota Semarang dibutuhkan daerah lain," klaimnya.

Menurutnya, program ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat melalui kebijakan penyerapan hasil panen oleh Bulog guna menjaga stabilitas harga saat panen raya.

Dia menyebut, Bulog membeli gabah petani seharga Rp6.500 per kilogram.

"Ini sangat membantu petani dan membuat mereka semangat menanam biosalin," tuturnya.

Mengenai karakteristik padi biosalin, sebutnya, menghasilkan nasi yang cenderung pera, namun tetap sesuai selera pasar.

Umur tanam Biosalin 1 sekira 90 hari, sedangkan Biosalin 2 sedikit lebih panjang yakni di atas 100 hari. (*)

Baca juga: 44 Sekolah di Karanganyar Ikuti Seleksi Sekolah Adiwiyata 2025 Tingkat Kabupaten

Baca juga: Sempat Dikeluhkan Warga, Pengaspalan Jalan Kalisoro-Kemantren Tawangmangu Dikerjakan Tahun Ini

Baca juga: Kabupaten Pati Pecah Rekor, Daerah Tercepat di Indonesia Pembentukan Kopdes Merah Putih

Baca juga: AKBP Rachmad Christiyan Yusuf Jabat Kapolres Pekalongan, Bupati Fadia: Mari Bersinergi

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved