Berita Jateng
Pelatihan BLK di Jawa Tengah Kebanjiran Peminat
Sedikitnya 25 ribu orang tercatat memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) di Jawa Tengah untuk keluar dari zona pengangguran.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Sedikitnya 25 ribu orang tercatat memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) di Jawa Tengah.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, terdapat 37 BLK se-Jawa Tengah.
Setiap tahunnya terdapat ribuan orang orang yang belajar di BLK.
Baca juga: Segini Gaji Ketua RW di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah Terbaru 2025
Peserta berasal dari wilayah Jateng dan diperuntukkan untuk masyarakat miskin.
Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, mengatakan, rata-rata ada sekitar 20 ribu sampai 25 ribu orang yang memanfaatkan BLK setiap tahun.
Jumlah itu berasal dari jumlah keseluruhan, berdasarkan pelatihan yang dilakukan oleh LPK, BLK pemerintah pusat, BLK pemerintah provinsi, hingga BLK pemerintah kabupaten serta kota.
"Kalau dijumlahkan keseluruhannya itu sekitar 40 ribu orang kapasitas pelatihan itu. Baik itu yang melalui LPK, melalui BLK-nya kabupaten kota, melalui BLK-nya provinsi, dan juga melalui BBPVP (Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas) punyanya Kementerian Tenaga Kerja, ya," terang Aziz, Jumat (1/8/2025).
Menurutnya, tingkat keterserapan para siswa BLK ke perusahaan setiap tahunnya sekitar 80-90 persen.
Disnakertrans mencatat, ada sejumlah jenis pelatihan kerja yang dilakukan. Contohnya BLK milik Provinsi Jawa Tengah yaitu BLK Industri Cilacap terdapat pelatihan otomotif, las, manufaktur, garmen, bisnis bangunan, kelistrikan dan lainnya.
Selanjutnya BLK Pertanian dan Transmigrasi Klampok Banjarnegara ada pelatihan budidaya tanaman pangan, perkebunan, perikanan, peternakan, menjahit, pengolahan tanaman budidaya.
BLK milik Provinsi Jateng lainnya terdapat BLK Semarang 1, yakni pelatihan kepariwisataan (housekeeping, tour guide), pelatihan tata laksana rumah tangga (Pekerja Migran Informal) bahasa Jepang, Bahasa Korea, magang Jepang, barista.
BLK Semarang 2, terdapat pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, digital marketing, dan produktivitas.
BBVP Kemnaker juga terdapat beberapa jenis pelatihan yang beragam. Mulai dari pembuatan roti dan kue, menjahit pakaian wanita dewasa, desainer grafis muda, servis sepeda motor injeksi, tata rias kecantikan, pembuatan batik tulis dan canting, sampai pemrograman web dan lainnya.
"BLK itu harus melihat kebutuhan yang ada di dunia industri, dunia usaha. Yang kedua, perkembangan untuk wirausaha karena lulusan dari BLK itu bisa menjadi wirausaha. Terkait dengan BLK ini, maka kita harus bisa melihat kebutuhan di perusahaan. Sebelum kita melakukan pelatihan, kita ada TNA (Training Need Analysis) bersama dunia usaha/dunia industri (Du/Di)," jelasnya.
Menurutnya, peserta BLK sebagian besar adalah warga yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan sisanya adalah non-DTKS.
| Borok SPMB Jateng Terbongkar, Ombudsman Temukan Rekayasa Nilai Rapor dan Pungli |
|
|---|
| Sekda Jateng Minta Satpol PP Kedepankan Pendekatan Humanis dan Persuasif |
|
|---|
| CJIBF 2026 Jateng Catatkan Minat Investasi Rp16 T dari Proyek Energi Terbarukan Hingga Pertambangan |
|
|---|
| Jawa Tengah Butuh Pembenahan Logistik Laut |
|
|---|
| Kadin Indonesia Puji Iklim Investasi Jateng, Gubernur Luthfi Dinilai Sukses Buka Jalan Investor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250801_Suasana-pelatihan-di-Balai-Latihan-Kerja-Jateng_1.jpg)