Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ancaman Bom di Pesawat

Nasib Penumpang Lion Air yang Bercanda Ada Bom, Diturunkan Paksa dan Diperiksa

Nasib penumpang pesawat Lion Air rute Jakarta Sumatera Utara yang bercanda tidak pantas berujung diturunkan dari pesawat.

Tayang:
Editor: rival al manaf
KOLASE
PENUMPANG NGAMUK - Penumpang pesawat Lion Air ngamuk karena delay. Berujung ancaman ada bom di dalam pesawat. 

TRIBUNJATENG.COM - Nasib penumpang pesawat Lion Air rute Jakarta Sumatera Utara yang bercanda tidak pantas berujung diturunkan dari pesawat.

Penumpang berinisial H itu bercanda dengan menyebut ada bom di pesawat.

Maskapai penerbangan Lion Air menjelaskan insiden penurunan penumpang berinisial H dari pesawat yang terjadi pada Sabtu (2/8/2025).

Baca juga: Nasib Ulah Penumpang Lion Air Sebut Ada Bom, Pelaku Ngaku Bercanda

Baca juga: 10 Fakta Penumpang Lion Air Viral Teriak Ada Bom di Dalam Pesawat, Berawal dari Delay

Peristiwa ini berlangsung pada penerbangan Boeing 737-9 yang menghubungkan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, ke Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menyatakan bahwa saat kejadian, pesawat telah membawa 184 penumpang dan seluruh prosedur keberangkatan berjalan normal.

Pesawat juga telah selesai melakukan proses pushback dan bersiap menuju taxiway.

“(Lalu) Saat posisi pesawat sudah pushback, salah satu pelanggan laki-laki berinisial H menyampaikan informasi adanya bom kepada awak kabin,” ujar Danang dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/8/2025).

Menurut Danang, awak kabin kemudian menanyakan kepada H mengenai pernyataannya.

H tetap bersikukuh bahwa di pesawat memang ada bom.

“Informasi (itu) segera dilaporkan kepada kapten pilot dan petugas layanan darat,” tambahnya.

Karena pernyataan tersebut disampaikan setelah pintu pesawat ditutup dan pesawat mulai bergerak, kejadian ini dikategorikan sebagai RTA (Return to Apron).

Prosedur ini mengharuskan pesawat kembali ke apron untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Penumpang H (lalu) diturunkan dan diserahkan kepada pihak berwenang yaitu petugas keamanan bandara udara (aviation security), Otoritas Bandar Udara, PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil), serta kepolisian untuk investigasi dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum,” ungkap Danang.

Dari hasil pemeriksaan awal, diduga H menyampaikan informasi tersebut sebagai candaan.

“Meskipun pernyataan awal pelanggan diduga sebagai candaan, Lion Air bersama pihak berwenang mengambil langkah tegas dan preventif dengan mengklasifikasikan situasi sebagai potensi ancaman (bomb threat),” jelas Danang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved