Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bendera One Piece

Alasan Dandim Sragen Menghapus Logo One Piece di Jalan: Jaga Persatuan

Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Ricky Julianto Wuwung akhirnya buka suara soal video yang memperlihatkan penghapusan gambar One Piece.

Penulis: Val | Editor: rival al manaf
(Tangkap Layar Video yang beredar di grup Whatapps)
Penghapusan logo bajak laut shirohige dalam anime One Piece di Jurangrejo, Karangmalang, Sragen, Jawa Tengah, Senin (4/8/2025). 

TRIBUNJATENG.COM - Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Ricky Julianto Wuwung akhirnya buka suara soal video yang memperlihatkan penghapusan gambar lambang Bajak Lalut Shirohige dalam serial Anime One Piece.

Sebelumnya video yang merekam pria berseragam loreng meminta warga menghapus gambar one piece di jalanan Sragen, Jawa Tengah (Jateng). 

Dalam video berdurasi sekitar 20 detik itu, seorang pria sedang menghapus logo bajak laut yang mirip dengan logo Bajak Laut Shirohige dalam serial anime One Piece. 

Baca juga: Bukan Dengan Kibarkan Bendera One Piece, Ini Cara Ekspresikan Kekecewaan yang Diinginkan Pemerintah

Baca juga: Ikuti Tren TikTok Kibarkan Bendera One Pice, Pemuda Asal Tuban Didatangi Aparat: Suka Banget Anime

Tampak aparat keamanan juga turut mengawasi penghapusan itu.

Diketahui, video tersebut terjadi di Jurangrejo, Karangmalang, Sragen.

Apa kata generasi muda soal Indonesia Maju? Baca di Kompas 80 Tahun Indonesia.

Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Ricky Julianto Wuwung saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut dia, pihak TNI-Polri tidak melarang kebebasan demokrasi.

"Kami hanya ingin menjaga agar tidak ada upaya-upaya pihak tertentu yg ingin memecah belah persatuan bangsa dalam rangka menyambut HUT ke 80 Kemerdekaan RI," katanya.

Dandim menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi seluruh pihak terkait (Apkam, perangkat desa dan warga setempat) yg menetapkan bahwa gambar tersebut perlu dihapus.

Mengingat saat ini merupakan momen penting menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, di mana ruang publik semestinya diisi dengan simbol-simbol resmi kenegaraan seperti bendera Merah Putih, bukan gambar-gambar dari tren budaya populer yang tidak relevan dengan semangat nasionalisme.

"Pendekatan tentunya dilakukan secara persuasif dan memberikan pemahaman kepada warga yang menggambar, pihak Babinsa bersama Perangkat Desa dan warga setempat sepakat untuk menghapus gambar tersebut secara sukarela dan tanpa paksaan," jelas dia.

Ricky pun mengimbau, agar masyarakat memperingati HUT ke 80 Kemerdekaan RI bernuansakan Merah Putih.

Ia juga berharap berharap tidak ada yang menarasikan himbauan tersebut sebagai suatu tindakan yang mengancam Demokrasi

"Mari kita Jaga persatuan dan kesatuan Bangsa, mari bersatu. Jangan biarkan kebersamaan dan persatuan ini dipecah belah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab," tutup dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved