Berita Bisnis
Tingkat Hunian Hotel di Semarang Turun 10 Persen, Ini Kata Bapenda
Tingkat hunian (okupansi) hotel di Kota Semarang disebutkan mengalami penurunan mencapai 10 persen.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Tingkat hunian (okupansi) hotel di Kota Semarang disebutkan mengalami penurunan mencapai 10 persen.
Penurunan okupansi terjadi di tengah adanya kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah tahun ini.
Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengklaim, kondisi ini mulai menunjukkan tren pemulihan.
Baca juga: Kronologi Tahanan Rutan Semarang Tewas Terlilit Sarung, Ditemukan Jelang Subuh
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, tren pemulihan seiring dengan adaptasi dan inovasi yang dilakukan oleh para pelaku industri perhotelan.
"Hotel ya ada sedikit pengaruh, tetapi sepertinya 2025 sudah mulai melakukan adaptasi dengan inovasi-inovasi.
Penurunan (okupansi saat ini) sekitar 10 persen," kata Indriyasari, Minggu (10/8/2025).
Dia melanjutkan, penurunan tersebut juga dipengaruhi meningkatnya jumlah hari libur yang berdampak pada pola kunjungan wisatawan maupun kegiatan perkantoran.
Ia juga menyebut, pemerintah kota juga tidak melarang aktivitas rapat atau pertemuan di hotel.
"Alhamdulillah, Pemkot cukup bijaksana. Jadi tidak melarang rapat di hotel, sehingga kondisi hotel itu sudah mulai melakukan penyesuaian ya," klaimnya.
Indriyasari menjelaskan, sektor perhotelan kini mulai beralih dari hanya mengandalkan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) menjadi menawarkan berbagai paket yang lebih ramah bagi keluarga dan wisatawan.
Sementara itu, sebutnya, sektor restoran justru mengalami peningkatan.
Baca juga: Pelaku Usaha Hotel di Banyumas Tanggapi Aturan Royalti Musik: Kami Rutin Bayar ke LMKN
Meski belum ada angka pasti, kondisi usaha kuliner di Kota Semarang dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya, meskipun ada beberapa restoran yang terpaksa tutup.
"Kalau untuk resto-nya ada kenaikan. Belum kita hitung berapa persen, tapi kondisinya lebih bagus. Meskipun ada yang tutup juga, tapi kan lebih banyak (yang tetap bertahan)," katanya. (idy)
| Jangan Sampai Kecolongan! Ini Strategi Jitu Ekspansi Waralaba Tanpa Takut Ditipu Rekan Bisnis |
|
|---|
| Rekor Baru! Dana Kelolaan Reksa Dana Tembus Rp679 Triliun, Tertinggi dalam 5 Tahun |
|
|---|
| Jogja Print Expo 2026 Dibuka, UMKM Jadi Tulang Punggung Industri Grafika di Tengah Era Digital |
|
|---|
| UMKM Lokal Bersinar di Jogja Food & Beverage Expo 2026, Dari Jajanan Pasar hingga Inovasi Global |
|
|---|
| 32 Tahun Krista Exhibitions, Jogja Food & Beverage Expo 2026 Jadi Panggung UMKM dan Industri Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kamar-Hotel-Dafam-Pekalongan.jpg)