Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Bisnis

Tingkat Hunian Hotel di Semarang Turun 10 Persen, Ini Kata Bapenda

Tingkat hunian (okupansi) hotel di Kota Semarang disebutkan mengalami penurunan mencapai 10 persen.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: raka f pujangga
HOTEL DAFAM PEKALONGAN
ILUSTRASI KAMAR HOTEL - Fasilitas kamar menginap di Hotel Dafam Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Tingkat hunian (okupansi) hotel di Kota Semarang disebutkan mengalami penurunan mencapai 10 persen.

Penurunan okupansi terjadi di tengah adanya kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah tahun ini.

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengklaim, kondisi ini mulai menunjukkan tren pemulihan.

Baca juga: Kronologi Tahanan Rutan Semarang Tewas Terlilit Sarung, Ditemukan Jelang Subuh

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, tren pemulihan seiring dengan adaptasi dan inovasi yang dilakukan oleh para pelaku industri perhotelan.

"Hotel ya ada sedikit pengaruh, tetapi sepertinya 2025 sudah mulai melakukan adaptasi dengan inovasi-inovasi.

Penurunan (okupansi saat ini) sekitar 10 persen," kata Indriyasari, Minggu (10/8/2025).

Dia melanjutkan, penurunan tersebut juga dipengaruhi meningkatnya jumlah hari libur yang berdampak pada pola kunjungan wisatawan maupun kegiatan perkantoran.

Ia juga menyebut, pemerintah kota juga tidak melarang aktivitas rapat atau pertemuan di hotel.

"Alhamdulillah, Pemkot cukup bijaksana. Jadi tidak melarang rapat di hotel, sehingga kondisi hotel itu sudah mulai melakukan penyesuaian ya," klaimnya.

Indriyasari menjelaskan, sektor perhotelan kini mulai beralih dari hanya mengandalkan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) menjadi menawarkan berbagai paket yang lebih ramah bagi keluarga dan wisatawan.

Sementara itu, sebutnya, sektor restoran justru mengalami peningkatan.

Baca juga: Pelaku Usaha Hotel di Banyumas Tanggapi Aturan Royalti Musik: Kami Rutin Bayar ke LMKN

Meski belum ada angka pasti, kondisi usaha kuliner di Kota Semarang dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya, meskipun ada beberapa restoran yang terpaksa tutup.

"Kalau untuk resto-nya ada kenaikan. Belum kita hitung berapa persen, tapi kondisinya lebih bagus. Meskipun ada yang tutup juga, tapi kan lebih banyak (yang tetap bertahan)," katanya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved