Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Pembangunan Pasar Kroya Baru 49 Persen, Pedagang Terpaksa Bertahan di Pasar Darurat Becek dan Sepi

Proses pembangunan Pasar Kroya yang dimulai sejak September 2024 terus berjalan. 

Tayang:
Tribunjateng.com/Rayka Diah Setianingrum
PASAR DARURAT- Kondisi pasar darurat yang terletak di Terminal Karangmangu, Kroya. Area pasar sering tergenang saat hujan turun. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Proses pembangunan Pasar Kroya yang dimulai sejak September 2024 terus berjalan. 

Proyek yang dibiayai dari APBN sebesar Rp 67,46 miliar ini digarap oleh PT Lince Romaul Raya dengan target rampung pada 2025.

Staf Manajemen PT Lince, Soleh mengatakan, hingga awal Agustus 2025 progres fisik pasar sudah mencapai 49,53 persen. 

Baca juga: Pedagang Pasar Kroya Cilacap Was-was, Sudah 2 Pekan Pembangunan Terhenti

"Pekerjaan berjalan sesuai rencana. Untuk kios, los, dan lemprakan semua dibangun sesuai gambar DED tanpa ada pengurangan ukuran," ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Berdasarkan perencanaan, Pasar Kroya akan memiliki 248 kios, 1.148 los, dan 220 lemprakan. 

Ukurannya bervariasi, mulai dari 2x4 meter hingga 4x4 meter untuk kios, 1,5x2 meter hingga 2x2 meter untuk los, serta 1x1,5 meter hingga 1x1 meter untuk lemprakan.

Namun di balik progres pembangunan, para pedagang masih harus bertahan di pasar darurat yang mereka tempati sejak 2022.

Kondisinya memprihatinkan, becek dan tergenang saat hujan, serta kurang kondusif karena berada di area yang bersebelahan dengan terminal.

Tidak sedikit pedagang yang akhirnya alih profesi, sementara bagi yang bertahan, omzet mereka turun hingga 60 persen. 

"Kalau hujan becek, genangan air di mana-mana, pembeli juga jadi malas datang, keluh Suwarno, salah satu pedagang. 

Suwarno mengatakan, para pedagang berharap setelah pasar selesai dibangun, aktivitas ekonomi di Kroya kembali pulih, dan para pedagang bisa berjualan dengan nyaman di tempat yang layak.

Baca juga: Pasca Kebakaran, Pasar Kroya Cilacap Segera Dibangun 3 Lantai, Dianggarkan Rp 67,45 Miliar

Sebelumnya, Kabid Pasar DPKUKM Cilacap, Ardana Galuh, menegaskan tidak akan ada penambahan biaya bagi pedagang saat menempati pasar baru. 

Data pedagang sudah tersedia, dan pihaknya memastikan tidak akan ada pungutan untuk pembelian atau sewa kios. 

"Karena ini nanti milik Pemkab, pedagang hanya akan dikenakan retribusi sesuai ketentuan," ujarnya. (ray)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved