Berita Banyumas
Remaja di Banyumas Ditemukan Tewas Tergantung, Teman Sekelas Ungkap Dia Aktif dan Ikut Pecinta Alam
Kabar meninggalnya RAA (18), siswa kelas 12 F2 SMA Negeri 3 Purwokerto, yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kabar meninggalnya RAA (18), siswa kelas 12 F2 SMA Negeri 3 Purwokerto, yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Kedungbanteng, Selasa (12/8/2025) dini hari, mengejutkan teman-temannya.
Tommy Yodhitya, salah satu teman seangkatannya, mengaku tidak menyangka RAA melakukan tindakan tersebut.
"Setahu saya bukan karena korban bully, terakhir malam Sabtu saya ketemu.
Tidak menyangka kalau bunuh diri.
Dia banyak temennya juga kok," ujar Tommy kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (12/8/2025).
Tommy mengenang RAA sebagai sosok ceria, aktif, dan bergabung di organisasi pecinta alam di sekolahnya.
"Orangnya asik, sering bercanda.
Dia aktif di kegiatan luar sekolah juga," ucapnya.
Kesaksian lain datang dari teman sekelas korban, Aurel Kirena (17).
Ia mengaku masih sempat bertemu korban pada Jumat (8/8/2025) lalu di kelas.
"Jarang berangkat anaknya, pendiem, tapi sorenya kadang masih suka ikut organisasi.
Kaget juga kenapa bisa bunuh diri, mungkin masalahnya di rumah," ucap Aurel.
RAA ditemukan pertama kali oleh ayahnya, Nasirun (59), sekitar pukul 04.50 WIB saat hendak melaksanakan salat subuh.
Korban ditemukan tergantung dengan selendang hijau bercorak yang diikat pada kayu eternit setinggi 2,6 meter di salah satu ruangan rumah.
Senin (11/8/2025) sekitar pukul 21.00 WIB, RAA masuk ke kamar untuk tidur.
| "Hanya Cari Sesuap Nasi": Kisah 3 Buruh Tambang Emas Banyumas yang Ajukan Abolisi ke Presiden |
|
|---|
| Hangatnya Libur Tahun Baru di Kaki Slamet, Baturraden Kembali Ramai Wisatawan Keluarga |
|
|---|
| Lansia Penjual Pisang di Pasar Banyumas Jadi Korban Hipnotis, Cincin dan Gelang Emas Raib |
|
|---|
| "Purwokerto Makin Megah, Tapi Dapur Kami Masih Susah" Curhat Rizky Soal Gajinya Masih di Bawah Mimpi |
|
|---|
| Puncak Arus Nataru, 23.239 Penumpang Berangkat dari Daop 5 Purwokerto dalam Sehari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250812_bunuh-diri.jpg)