Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

BREAKING NEWS! 2 Pemancing Hilang di Perairan Semarang Ditemukan Meninggal

Dua jenazah pemancing di dam merah pesisir utara Kota Semarang kawasan Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas berhasil dievakuasi.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR
EVAKUASI KORBAN - Satu dari dua jenazah pemancing yang hilang di dam merah Tambaklorok Kota Semarang, telah ditemukan dan dievakuasi petugas gabungan, Rabu (20/8/2025). Saat ini tersisa satu korban lagi yang masih dalam pencarian. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua jenazah pemancing di dam merah pesisir utara Kota Semarang kawasan Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas telah ditemukan dan berhasil dievakuasi, Rabu (20/8/2025).

Dua jenazah diangkut ke daratan muara Tambaklorok Semarang bersamaan adzan ashar berkumandang.

Tangis keluarga dan kerabat korban pecah saat memastikan jenazah dalam kantong itu yang mereka cari.

Baca juga: "Air Keruh" Kendala Hari Kedua Pencarian 3 Pemancing Hilang Tersapu Ombak di Perairan Semarang

Baca juga: "Tulang Sakit Semua" Kakak Rasakan Pertanda Jelang Kiswanto Hilang Tersapu Ombak Perairan Semarang

Dari petugas, satu pemancing bernama Kiswanto (33) warga Gebanganom Kecil, Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Semarang Timur ditemukan di dekat rumpon Tambaklorok.

Satu lainnya bernama Pujo Margono (56) warga Patiunur, Kelurahan Pandeanlamper, Kecamatan Gayamsari ditemukan nelayan di pesisir utara Morodemak, Kabupaten Demak.

Sementara itu, petugas masih melakukan pencarian terhadap Sumono (53) warga Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang.

Kendala Pencarian Hari Kedua

Diberitakan sebelumnya di Tribunjateng.com, Kepala Basarnas Kota Semarang, Budiono mengatakan, upaya pencarian tiga pemancing yang hilang di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dilanjutkan pada hari kedua, Rabu (20/8/2025). 

Namun hingga siang hari, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban akibat beberapa kendala.

Dia menjelaskan, tim penyelam menghadapi kondisi perairan yang tidak bersahabat. 

“Visibility di dalam air hanya 15 sentimeter, arus cukup kencang, dan kedalaman mencapai 11 meter."

"Itu yang membuat pencarian di bawah permukaan laut sangat sulit,” kata Budiono kepada Tribunjateng.com, Rabu (20/8/2025).

Meski gelombang relatif landai, sekira 0,5 meter, faktor kekeruhan air menjadi penghalang utama.

Situasi itu membuat penyelam harus lebih berhati-hati dan memperlambat proses evakuasi.

PENCARIAN KORBAN - Tim gabungan mendarat untuk pergantian tim pencarian korban hilang di Perairan Semarang, Rabu (20/8/2025). Hingga hari kedua sore ini, tiga korban pemancing yang hilang tersapu ombak belum ditemukan.
PENCARIAN KORBAN - Tim gabungan mendarat untuk pergantian tim pencarian korban hilang di Perairan Semarang, Rabu (20/8/2025). Hingga hari kedua sore ini, tiga korban pemancing yang hilang tersapu ombak belum ditemukan. (TRIBUN JATENG/REZANDA AKBAR)

Selain kendala bawah air, pencarian di permukaan juga menuntut tenaga ekstra.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved