Penculikan di Semarang
Cara Siswi SD di Semarang Kabur Dari Penculik, Muka Sempat Terluka
Seorang siswi SDN Pakintelan 2 Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang berhasil melepaskan diri aksi peculikan.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
“Kondisi anak tersebut mengalami luka, ada sedikit bekas cakaran di bagian wajah.
Sudah dilakukan pengobatan,” imbuh Slamet.
Respons Sekolah
Tak menunggu lama, Slamet kemudian berkoordinasi kepada banyak pihak, meliputi Dinas Pendidikan, Dinas Perlindungan Anak, hingga kepolisian.
H langsung didampingi oleh tim psikologis agar tak larut dalam trauma.
Tiga hari setelah kejadian, H kembali masuk sekolah.
Dia disambut bukan hanya oleh guru dan teman-teman, tapi juga oleh sistem baru yang lebih ketat.
“Kami terus melakukan pendampingan sampai detik ini dan hari ini,” jelas Slamet.
Langkah-langkah segera diambil.
CCTV di sepanjang rute yang dilalui H diperiksa. Paguyuban orangtua dikumpulkan.
Kolaborasi diperkuat bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Selain itu, sistem penjemputan siswa diperketat.
“Bapak-ibu guru kami instruksikan untuk tidak membiarkan anak-anak sendirian.
Kalau tidak ada yang jemput, harus diawasi dari gerbang,” kata Slamet.
Dia paham, sekolah tak bisa menjamin sepenuhnya keamanan anak di luar lingkungan pagar.
Slamet menambahkan, pihaknya menyerahkan penyelidikan dan peristiwa itu kepada polisi.
“Rekaman CCTV dan lain sebagainya sudah berada di pihak kepolisian.
Kami harap hal ini tidak terjadi lagi dan sekolah-sekolah bisa memperketat dan menyosialisasikan kepada para orangtua murid serta guru,” pungkas dia. (Reza Gustav)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250820_Penculikan-di-Semarang.jpg)