Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

HUT ke 80 RI

Guru dan Siswa Asing di GMIS Semarang Terpesona Tradisi Lomba 17-an Indonesia

Gandhi Memorial International School (GMIS) Semarang merayakan HUT RI ke 80 dengan menggelar beberapa rangkaian kegiatan.

TRIBUNJATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
HUT KEMERDEKAAN - Para siswa Gandhi Memorial International School (GMIS) Semarang saat mengikuti berbagai kegiatan lomba dalam rangka HUT RI ke 80, Rabu (20/8/2025) - Tribun Jateng/ F Ariel Setiaputra 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gandhi Memorial International School (GMIS) Semarang merayakan HUT RI ke 80 dengan menggelar beberapa rangkaian kegiatan.


Setelah lomba dekorasi pintu bertema nusantara dan kegiatan sharing jajanan nusantara (18/8) lalu, pada Rabu (20/8) GMIS kembali menggelar lomba 17an dengan berbagai lomba-lomba tradisional seperti tarik tambang, lomba kelereng, dan lain-lain.


Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa dari seluruh jenjang di sekolah tersebut tampak antusias mengikuti lomba yang dimulai sejak pagi tersebut. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok perlombaan.


Wakil kepala sekolah GMIS, Sandra The, mengatakan ajang ini menjadi menarik sebab para siswa turut merayakan kemerdekaan HUT RI ke 80 meskipun berlatar belakang negara yang berbeda.


"Buat mereka ini sangat menarik sekali, juga pertama kalinya mereka tinggal di Indonesia melihat  perayaan hari kemerdekaan. Tentunya buat mereka perayaan semacam ini baru pertama kali, karena di negara mereka tentu berbeda. Dan walaupun dari luar (WNA--red), mereka semangat mengikuti dan merayakannya," katanya kepada tribunjateng.com, di sela kegiatan lomba, Rabu (20/8).

Rilley Edwards, salah satu siswa kelas 11 asal Australia mengatakan, senang bisa berpartisipasi dalam lomba 17 an ini. Apalagi, dia baru berada di Indonesia kurang lebih satu tahun ini.


"Saya kira disini lebih keren, lebih menyenangkan, kita punya kegiatan sama-sama yang aktif dan seru," kata dia.


Menurutnya, kegiatan merayakan kemerdekaan dalam bentuk kegiatan lomba menjadi pengalaman baru baginya.


"Kalau bertema hari kemerdekaan di Australia, di sana hanya ada upacara saja dan tidak ada kegiatan lomba semacam ini," ungkapnya.


Dia mengaku terkesan dengan kegiatan tersebut.


"Suasananya enerjik, membuat mood juga bagus dengan mengikuti lomba ini. Suasananya menyenangkan apalagi ini pertama kali saya bersekolah di Indonesia," kata dia.


Sementara itu, salah satu pengajar di GMIS asal India, Anita Dattatraya Shinde mengatakan perayaan HUT kemerdekaan merupakan salah satu hal baru ketika tinggal di Indonesia.


Suasana perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia yang identik dengan lomba-lomba rakyat ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi Miss Anita.


Dia mengaku sangat terkesan dengan cara masyarakat Indonesia merayakan kemerdekaan. Menurutnya, setiap tahun selalu ada suasana meriah dengan berbagai permainan tradisional.


“Di India, perayaan kemerdekaan biasanya hanya dilakukan di sekolah. Anak-anak menari, menyanyi lagu-lagu patriotik, atau membacakan puisi. Tapi tidak ada lomba-lomba seru seperti di Indonesia. Itu sebabnya saya sangat menyukai budaya di sini,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved