Breaking News
Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

1.700 Pelajar di Kudus Pecahkan Rekor MURI Tari Kretek Terbanyak

Ribuan pelajar berlari ke tengah lapangan saat musik gamelan yang berbunyi rancak mulai menggema di lapangan Desa Kandangma

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
Rifqi Gozali
TARI KRETEK - Ribuan pelajar tengah mementaskan tari kretek di lapangan Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Kamis (21/8/2025). Tari kretek kolosal ini digelar bagian dari rangkaian upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 Tahun 2025. (Foto: Tribunjateng/Rifqi Gozali). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ribuan pelajar berlari ke tengah lapangan saat musik gamelan yang berbunyi rancak mulai menggema di lapangan Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kabupaten, Kudus, Kamis (21/8/2025).

Ribuan pelajar lantas membentuk barisan dan mulai mementaskan tari kretek secara serentak.

Di bagian depan barisan terdapat belasan pelajar yang mengenakan baju adat Kudusan dengan mengenakan kebaya beludru biru dongker dan kain batik.

Sedangkan di kepala mereka terdapat caping kalo dan di tangan membawa tampah bambu. Barisan paling depan inilah yang bertugas memandu jalannya tari kretek.

Di belakang barisan ini terdapat ribuan pelajar yang mengenakan baju putih dan kain batik. Barisan ini bertugas mengikuti jalannya tari kretek sehingga gerakannya serasi dan nampak rapi.

Ribuan pelajar yang mementaskan tari kretek ini tampak energik. Mereka seolah tak peduli meski terik menyengat mereka tak bergeming dan tetap menari sampai tuntas.

Salah seorang pelajar tersebut yaitu Janiar Aulia. Siswa kelas IX asal SMP 2 Kudus tersebut merasa senang bisa ikut menari bersama dengan sesama pelajar dari sekolah lain. Dia juga merasa percaya diri meskipun persiapannya sangat mepet.

“Untuk pentas tari kretek ini  kami cuma latihan sehari. Dilatih sama guru seni budaya SMP 2 Kudus,” kata Janiar.

Meski berlatih sehari, Janiar tidak kesulitan dalam menghafal gerakan tari kretek. Pasalnya tari yang menjadi ciri khas Kabupaten Kudus ini  sudah dihafal sejak jauh-jauh hari. Latihan sehari sebelumnya sekadar untuk melatih kekompakan gerakan. Sebab Janiar merupakan bagian barisan terdepan yang memandu jalannya tari kretek.

“Seluruh gerakan sudah hafal, tapi tetap ada yang sulit, yaitu gerakan mengibaskan tangan dan harus lentik,” katanya.

Tampil selama sekitar 10 menit, para penari mengundang decak kagum para penonton. Sebab di saat yang sama terdapat sejumlah pejabat yang menyaksikan penampilan lebih dari 1.700 pelajar yang sedang menari. 1.700 pelajar tersebut terdiri atas 80 pelajar SMP 2 Kudus, 200 pelajar SMP 1 Jekulo, 750 pelajar SMP 2 Jekulo, dan 730 pelajar SMP 2 Dawe.

Pecahkan Rekor MURI

Pagelaran tari kolosal oleh ribuan siswa tersebut bersamaan dengan upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 Tahun 2025. Seusai tari digelar, seketika itu juga perwakilan dari Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menyerahkan piagam penghargaan.

Tari kolosal tersebut berhasil memecahkan rekor MURI yang sebelumnya diraih oleh Pemerintah Kabupaten Kudus pada 22 Februari 2025 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus dengan jumlah penari kretek sebanyak 1.405 penari.

Piagam rekor MURI dengan kategori pagelaran tari kretek dengan peserta terbanyak itu diserahkan oleh Kepala Kantor MURI Semarang Ani Andriani kepada Panglima Kodam IV Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin dengan didampingi oleh seniman pencipta tari kretek Endang Tony, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, dan Dandim 0722/Kudus Letkol Inf Hermawan Setya Budi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved