Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dugaan Penculikan Anak di Semarang

Dugaan Percobaan Penculikan Siswi SD Gunungpati Semarang, Polisi Masih Kumpulkan CCTV

Polisi meminta pihak sekolah maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungannya pasca dugaan percobaan penculikan di Semarang.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV PRADANA
AKTIVITAS BELAJAR - Suasana aktivitas belajar di SD Negeri Pakintelan 02, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (20/8/2025). Pihak sekolah mengetatkan pengawasan seusai peristiwa dugaan percobaan penculikan seorang siswi di sana, beberapa hari sebelumnya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polisi meminta pihak sekolah maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungannya.

Hal ini berkaitan pasca kasus dugaan percobaan penculikan terhadap seorang siswi kelas 6 sekolah dasar (SD) di Kota Semarang, tepatnya SD Negeri Pakintelan 02 di Kecamatan Gunungpati.

Kini, polisi pun masih mendalami kasus tersebut.

Baca juga: Peringati Hari Anak Nasional, Wali Kota Semarang Agustina Libatkan Anak-anak Bangun Kota Ramah Anak

Baca juga: Horison Inn Alaska, STIE Totalwin, Rumah Zakat dan Media Berbagi Kebahagiaan Anak Panti di Semarang

Kanit PPA Polrestabes Semarang, AKP Agus Tri Yulianto menyampaikan, saat ini proses penyelidikan masih dalam tahap pendalaman.

“Baru dilakukan pendalaman pemeriksaan,” kata AKP Agus kepada Tribunjateng.com, Kamis (21/8/2025).

Polisi juga berkoordinasi dengan UPTD PPA Kota Semarang untuk memastikan adanya pendampingan terhadap korban.

“Untuk pendampingan terhadap anak, masih kami koordinasikan,” imbuh dia.

Detik-detik Siswi Nyaris Jadi Korban Penculikan

Insiden ini bermula ketika korban, siswi berinisial H, berjalan pulang dari sekolah menuju rumahnya.

Sekira pukul 11.10, dia melintasi Jalan Krajan Raya, jalur yang biasanya lengang. 

Di tengah perjalanan, sebuah mobil tak dikenal berhenti di tepi jalan. 

Seorang pria diduga berpura-pura memperbaiki kendaraan sebelum tiba-tiba mendekati H dan memaksanya masuk ke dalam mobil.

“Pelakunya satu orang, posisi mobil berhenti."

"Ananda H sempat dipaksa dan dimasukkan ke mobil,” ungkap Kepala SD Negeri Pakintelan 02, Slamet Hari Pambudi pada Rabu (20/8/2025).

H kemudian meloloskan diri. 

Dia membuka pintu mobil dan berlari ke arah yang aman. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved